Upaya Mengilaukan Taman Nasional Zamrud

Richaldo Y Hariandja/H-1
25/7/2016 06:51
Upaya Mengilaukan Taman Nasional Zamrud
(MI/RICHALDO Y HARIANDJA)

ROMBONGAN pompong (kapal kecil bertenagakan motor) melaju membelah hamparan air gambut berwarna gelap.

Rombongan dipimpin kapal berdesain keamanan canggih milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau itu menuju pulau gambut yang biasa berpindah tempat di tengah Danau Zamrud, di Kabupaten Siak, Riau.

Di sana, pada Jumat (22/7) sore, rombongan melepasliarkan ikan arwana golden red (Scleropages formosus) yang merupakan spesies asli kawasan yang pada 4 Mei lalu ditingkatkan statusnya menjadi Taman Nasional lewat Surat Keputusan Nomor 350/Menlhk/Setjen/PLA 2/5/2016.

Pelepasliaran sengaja dilakukan untuk memasok kembali (restocking) populasi arwana yang merupakan endemik Danau Zamrud.

"Sengaja juga kami jauhkan dari daratan tempat masyarakat berada supaya tidak ditangkap kembali," terang Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Tachrir Fathoni.

Dalam khazanah perikanan, arwana memiliki kecenderungan menetap di satu kawasan sekalipun mereka menjelajah ke penjuru perairan untuk mencari makanan.

Itu sebabnya, melepas 56 ikan tersebut di perairan yang jauh dari daratan dinilai menjadi salah satu cara menjaga populasi di sana.

Sebelum dilepas, semua ikan tersebut sudah dipastikan cocok dengan perairan dan kawasan oleh pusat penangkaran.

Bahkan, mencampurkan sedikit air gambut ke dalam plastik yang membungkus mereka dilakukan untuk adaptasi terakhir sebelum dilepas.

Taman Nasional Zamrud memiliki luas 31.480 hektare.

Untuk itu, Kementerian LHK masih memiliki pekerjaan rumah yang tidak sedikit untuk memastikan kelangsungan taman nasional termuda tersebut.

Pasalnya, setelah sebulan SK dikeluarkan hingga peresmian yang dilakukan oleh Wapres Presiden Jusuf Kalla, masih belum terbentuk kelembagaan yang pasti.

"Sampai saat ini masih dipegang oleh Kepala Balai KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam)," ucap Tachrir.

Idealnya diperlukan minimum 50 personel untuk menjaga kawasan dengan luas cakupan tersebut.

Itu pun masih pada urusan administrasi, belum struktural yang dapat menjaga dan menjalankan kawasan taman nasional secara intensif.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Riau Tandya Tjahjana menyatakan selain ikan arwana, Taman Nasional Zamrud juga merupakan rumah dari populasi 38 jenis aves, di antaranya burung enggang, elang, dan bangau. Untuk mamalia, terdapat harimau sumatra, beruang madu, tapir, dan rusa.

"Mudah-mudahan, restocking ini menjadi awal yang bagus karena yang kami lepas ialah arwana indukan, dengan panjang 30 hingga 50 sentimeter," ucap Tandya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya