Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI Indonesia ada satu tradisi yang dilakukan sepekan setelah Idul Fitri. Tradisi itu disebut lebaran ketupat.
Lantas apa itu Lebaran ketupat? Daerah mana saja yang mengikuti tradisi tersebut? Yuk disimak penjelasan berikut ini.
Baca juga: 29 April Hari Tari Sedunia, Ini Sejarahnya
Lebaran Ketupat atau Riyoyo Kupat adalah tradisi peringatan hari raya Idul Fitri di Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Lebaran Ketupat biasanya dilaksanakan pada hari keenam setelah hari raya Idul Fitri. Tepatnya pada 8 Syawal dengan ditandai memakan Ketupat.
Dilansir dari NU Online, pada masyarakat Jawa, perayaan tradisi lebaran ketupat ini dilambangkan sebagai simbol kebersamaan. Di Klaten, Jawa Tengah, lebaran ketupat ini dikenal dengan sebutan kenduri ketupat.
Baca juga: Begini Cara Sehat Konsumsi Mi Instan, Jangan Tambahkan Kerupuk
Kata “ketupat” atau “kupat” berasal dari kata bahasa Jawa “ngaku lepat” yang berarti “mengakui kesalahan”. Sehingga dengan ketupat sesama Muslim diharapkan mengakui kesalahan dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan dengan cara memakan ketupat tersebut.
Banyak makna filosofis yang dikandung dalam makanan ketupat ini. Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa. Bentuk segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat lima pancer,” yang bermakna bahwa ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.
Sebagian masyarakat juga memaknai rumitnya anyaman bungkus ketupat mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. Warna putih ketupat ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian, setelah mohon ampun dari kesalahan.
Berdasarkan catatan sejarah tradisi Lebaran Ketupat diperkenalkan Sunan Kalijaga. Budayawan Zastrouw Al-Ngatawi mengatakan, tradisi kupatan muncul pada era Wali Songo dengan memanfaatkan tradisi slametan yang sudah berkembang di kalangan masyarakat Nusantara. Tradisi ini kemudian dijadikan sarana mengenalkan ajaran Islam mengenai cara bersyukur kepada Allah swt, bersedekah, dan bersilaturahmi.
Saat perayaan, masyarakat membawa ketupat ke tempat kenduri di dalam rumah. Ketupat ini sebelumnya sudah ditata bersama dengan beragam sayur, sambal goreng, hingga bubuk kedelai. Kemudian ketupat akan didoakan bersama-sama sebagaimana filosofi ketupat sebagai bentuk permintaan maaf kepada Allah SWT.
Lalu, saat prosesi ngaku lepat dilakukan, biasanya masyarakat akan melaksanakan sungkeman, atau bersimpuh memohon maaf, kepada orang yang lebih tua. Dengan melakukan sungkeman, diharapkan masyarakat bisa belajar mengenai pentingnya rasa menghormati dan menghargai orang yang lebih tua.
Adapun beberapa daerah yang melaksanakan tradisi Lebaran Ketupat sebagai berikut;
Biasanya warga Demak akan menyiapkan ketupat. Lalu dibagikan kepada tetangga dan kerabat di perayaan Lebaran Ketupat. Selain membagikan ketupat, warga Demak umumnya juga akan berziarah ke makam Wali Songo yang pada masa lalu telah berjasa dalam menyebarkan agama Islam.
Tradisi ini di daerah Madura biasanya dikenal dengan "Treater". Mirip dengan daerah lain Masyarakat akan makan ketupat yang telah disiapkan bersama hidangan lain, seperti opor dan ayam goreng. Bedanya sebelum dihidangkan, ketupat akan diberikan kepada imam masjid terlebih dulu. Makanan itu akan didoakan terlebih dahulu sebelum disantap bersama.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silahturahmi dan tali persaudaraan Selain itu juga menjadi sebuah simbol dalam menyatakan rasa syukur kepada Allah, karena sudah diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa Syawal.
Di Kudus, Jawa tengah perayaan Lebaran Ketupat sangat meriah, karena ada prosesi Kirab Gunung Seribu Kramat. Pada pelaksanaannya, gunungan yang diarak terdiri dari seribu ketupat dan ratusan lepet yang akan dibawa oleh orang-orang dari desa setempat menuju ke Masjid Sunan Muria. Kemudian, aktivitas selanjutnya adalah meminum air serta mencuci tangan dan kaki dengan air dari gentong peninggalan Sunan Muria.
Lebaran Ketupat di Lombok disebut dengan Lebaran Topat. Tradisi ini digelar dengan arak-arakan cidomo hias berisi ketupat ke pusat acara, di makam Loang Baloq. Cidomo adalah sebuah angkutan tradisional dari Lombok yang mirip dengan delman atau andong.
Selama arak-arakan itu berlangsung masyarakat akan melakukan shalawat nabi dan ketika sampai malam akan berzikir serta berdoa bersama. Setelah itu ada acara potong ketupat dan makan bersama yang dilakukan di akhir acara di kawasan Taman Loang Baloq.
Beralih ke Magelang, dalam memperingati Lebaran Ketupat dengan mengadakan Festival Balon Syawalan. Tradisi ini sudah ada sejak 1980-an dan melibatkan banyak orang untuk menerbangkan sekitar 150 balon udara tradisional. Dua lokasi digunakan dalam festival tersebut yakni di halaman depan Masjid Agung Kauman dan lapangan dusun setempat.
Di Batu, tradisi dilakukan dengan membuat ketupat besar berukuran raksasa. Pada 2022, ketupat yang dibuat ukurannya mencapai 50 cm, panjang 60 cm, dan tebal 39 cm. Untuk bisa mencapai ukuran raksasa, beras akan dikumpulkan sekitar 23,5 kilogram.
Tidak hanya daerah Jawa loh, rupanya Manado juga ikut merayakan Lebaran ketupat. Namun, ini khusus yang beragama Islam dengan tujuan untuk saling memaaf-maafkan. Hal yang dilakukan adalah membuka pintu rumah lebaran untuk siapa saja yang hendak berkunjung. (Z-3)
Dalam bahasa Bangka, nganggung berarti membawa wadah atau dulang dengan telapak tangan sejajar dengan pundak, dari rumah menuju masjid, surau, atau balai desa.
Tradisi munggahan merupakan strategi sosial untuk memperkuat solidaritas, memperbarui relasi, dan menjaga identitas budaya.
Tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur, dan dewa-dewa yang disembah serta sebagai simbol penyucian sebelum memasuki Tahun Baru Imlek.
Dalam tradisi Tiongkok kuno, feng shui berkembang sebagai sistem penataan ruang berbasis pengelolaan energi (qi) untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kekuasaan.
para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah diberikan wadah untuk menampilkan karya tari yang memadukan musik modern dengan nilai-nilai budaya Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved