Situs Prasejarah Gua Kidang Istimewa

Basuki Eka Purnama
22/7/2016 16:40
Situs Prasejarah Gua Kidang Istimewa
(Antara/Andreas Fitri Atmoko)

BALAI Arkeologi Yogyakarta menilai situs manusia prasejarah di Gua Kidang, Desa Tinapan, Tadonan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah memiliki keistimewaan dibandingkan temuan di seluruh Jawa karena kehidupan di sana saat sudah mulai cerdas. Hal itu bisa dilihat dari temuan teknologinya.

"Dari sisi teknologinya, beda dengan manusia-manusia prasejarah di gua-gua yang ada di Gunung Sewu. Di Gua Kidang, sudah mulai cerdas. Jadi lebih istimewa dibandingkan temuan di seluruh Jawa," kata Ketua Tim Peneliti Gua Kidang dari Balai Arkeologi Yogyakarta Indah Asikin Nurani, Jumat (22/7).

Menurut dia, artefak atau alat bantu kehidupan manusia prasejarah di Gunung Sewu, kebanyakan bahan bakunya dari batu. Sementara, di Gua Kidang, temuan sejenis itu tidak terlalu menonjol.

"Karena di Gua Kidang sumber bahan bakunya hampir tidak ada. Ada tapi tidak menonjol, bahan bakunya dari batu gamping," katanya.

Ia mengatakan, alat bantu manusia prasejarah di Gua Kidang terbuat dari tulang dan cangkang. Untuk membuatnya, tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding ketika dari bahan baku batu. Uuntuk membuat lancipan, misalnya, cara pemangkasannya harus lebih berhati-hati.

"Perbedaan yang mencolok, perlu kecanggihan dalam pemahaman pemangkasannya. Berbeda ketika membuatnya dengan batu," katanya.

Indah mengatakan, pada zaman manusia prasejarah, alat-alat tersebut digunakan untuk mengorek, mengolah tanah, atau juga mengolah makanan.

Temuan artefak yang berbeda ini, membuat temuan di Gua Kidang diperlakukannya secara khusus. Dilakukan penelitian secara berkesinambungan setiap tahunnya.

"Terakhir penelitian pada April hingga Mei kemarin. Meski, tidak bisa dipastikan apakah akan ada temuan baru atau tidak. Karena ini misteri semua. Sebenarnya penelitian dihentikan saat ini bisa saja, tapi siapa yang tahu nanti akan ada temuan yang lebih lagi. Jadi, kalau target kapan selesainya, tidak bisa ditentukan," katanya.

Ia mengatakan, di situs di Gua Kidang, penelitian pertama dilakukan pada 2005 silam. Sempat terhenti pada 2008, kemudian dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Pada 2010, Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan kerangka manusia prasejarah. Namun, hanya bagian kaki saja, dari hasil penggalian dengan kedalaman sekitar 170 sentimeter. Pada 2011 kemudian fakta itu mulai tersingkap.

"Pada 2012, kembali ada temuan, berupa dua rangka manusia prasejarah. Kedalaman sekitar 105-115 sentimeter. Letak keduanya tidak terlalu jauh. Dua rangka ini lebih utuh dibandingkan sebelumnya. Bahkan salah satunya jari-jarinya lengkap. Hanya kepalanya tidak ada. Rangka itu posisinya duduk, seperti orang yang dipentingkan," katanya. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya