DKJ Sarankan Pendidikan Kesenian Digelar Lebih Intensif

Basuki Eka Purnama
22/7/2016 07:54
DKJ Sarankan Pendidikan Kesenian Digelar Lebih Intensif
(Ketua Pengurus Harian DKJ Irawan Karseno -- MI/Panca Syurkani)

DEWAN Kesenian Jakarta (DKJ) menyarankan pendidikan kesenian di Indonesia dapat dilakukan lebih intensif sejak di tingkat sekolah dasar untuk mendorong perkembangan dan pelestarian kesenian di Tanah Air.

"Kami mengusulkan pendidikan yang lebih radikal untuk kesenian yang lebih intensif dan lebih masif. Jadi, di pendidikan kita dari dasar sampai perguruan tinggi itu terjadi pemasifan ya mungkin diwajibkan," kata Ketua Pengurus Harian DKJ Irawan Karseno, Kamis (21/7).

Dia mengatakan DKJ mendorong kesenian harus menjadi konten atau bahan pelajaran terpenting dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Irawan mengatakan jika pendidikan kesenian lebih masif dilakukan sejak di bangku Sekolah Dasar maka kekurangan guru kesenian mungkin menjadi satu tantangan.

Namun, dia mengatakan pemerintah dapat merekrut 10.000 guru yang merupakan lulusan baru yang mempelajari kesenian di perguruan tinggi dan menggunakan tenaga para seniman untuk mengajar.

"Barangkali pemerintah harus mengeluarkan setengah triliun rupiah (Rp500 miliar) per tahun tapi kita tidak hanya kemudian mendapatkan para kurator yang luar biasa tapi pasar juga bisa terbentuk," ujarnya.

Dengan intensifikasi pelajaran kesenian yang masif tersebut, Irawan memperkirakan dalam lima hingga 10 tahun ke depan anak-anak tidak hanya pergi ke mal tapi juga berkunjung ke museum atau galeri dan membeli lukisan.

"Itu bisa saja terjadi karena kita punya 200 juta rakyat Indonesia yang siap dikondisikan menjadi pendukung kesenian. Itu yang harus dilakukan. Tapi mari kita bersama-sama mewujudkannya," pungkasnya. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya