Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN kegiatan masa penyesuaian lingkungan siswa (MPLS), pengganti masa orientasi siswa (MOS), di wilayah Bogor, melibatkan aparat kepolisian. Seperti di Tanjungsari, salah satu daerah di bagian ujung timur Kabupaten Bogor atau masuk wilayah hukum Polres Bogor, kemarin (Rabu, 20/7).
Kapolsek Tanjungsari Iptu Hendra Kurnia, bersama sejumlah anggotanya melakukan kegiatan 'Polisi Masuk Sekolah' dengan mendatangi beberapa sekolah di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas).
Humas Polres Bogor Siti Rimawati dalam rilisnya mengatakan kegiatan itu dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. "Kegiatan tersebut dalam rangka memonitor pelaksanaan kegiatan peserta didik yang mengikuti MPLS."
Adapun sekolah-sekolah yang dikunjungi di antaranya SMP Al Rustala yang berlokasi di Desa Cibadak, Yayasan Al Ittihad (MTs dan MA) yang berlokasi di Desa Sirnarasa. Kemudian SMA MAN Baul Huda di Desa Sirnasari.
Dalam kegiatan itu, kapolsek juga memberikan materi kepada para calon siswa yang mengikuti MPLS. Soal kenakalan remaja, bahaya narkoba dan sosialisisasi tertib berlalu lintas, jadi materi inti yang diberikan.
Sebelumnya, dilakukan terlebih dahulu Ngariung (ngumpul) Bareng Polisi yang diikuti oleh para guru dan staf pengajar di setiap sekolah yang dikunjungi.
Dalam ngariung tersebut, kapolsek memberikan masukan saran dan imbauan kepada pihak sekolah yang dikunjungi agar memedomani Permendikbud No.18/2016, tentang hal-hal yang dilarang/tidak relevan dilakukan oleh pihak sekolah dalam melaksanakan kegiatan MPLS, seperti perpeloncoan.
Apresiasi Kemendikbud
Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB-PGRI) menyampaikan apresiasi pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang menyetop perpeloncoan siswa baru.
"PGRI mengapresiasi Kemendikbud atas gebrakannya menghentikan perpeloncoan dalam masa orientasi siswa baru. Kita sebagai orangtua tidak ingin anak kita dicederai sebab sekolah merupakan wahana mendidik anak bukan menyemai kekerasan," kata Plt Ketua Umum PB PGRI Unifah Rasyidi dalam sambutan Halal Bihalal keluarga besar PGRI di Gedung PGRI Jakarta, kemarin.
PGRI juga mengapresiasi kegiatan Hari Pertama Sekolah (HPS) yang melibatkan orangtua mengantar anak ke sekolah.
"Di tengah kesibukannya, para orangtua mengantar anaknya ke sekolah. Keterlibatan orangtua ini menggembirakan karena terjalin komunikasi dan kesepahaman orangtua dan pihak sekolah utamanya guru," kata Unifah. Ia menyatakan melalui HPS, sumbatan komunikasi antara orangtua dan guru menjadi terbuka.
Acara halalbihalal ini dihadiri Mendikbud Anies Baswedan, Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad, Irjen Kemendikbud Daryanto serta para pembina PGRI yakni mantan Mendikbud Wardiman Joyonegoro, Guru Besar UNJ HAR Tilaar dan Sediarto.(Bay/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved