Borobudur Jadi Tempat Uji Observasi Bintang

MI
27/7/2015 00:00
Borobudur Jadi Tempat Uji Observasi Bintang
(ANTARA /Andreas Fitri Atmoko)
CANDI Borobudur akan menjadi tempat uji observasi pengamatan bintang di ajang Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika (Olympiad of Astronomy and Astrophysics-IOAA) 2015.

Candi Borobudur dianggap relevan sebagai tempat pengujian pengamatan bintang di langit lantaran para ahli astronomi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menemukan bahwa stupa candi tersebut sempat dijadikan sebagai patokan petunjuk waktu oleh nenek moyang kita.

"Para astronom ITB telah membuktikan bahwa stupa Borobudur ialah alat penanda waktu (gnomon) dengan memanfaatkan jatuhnya bayangan sinar matahari di stupa," sebut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Harris Iskandar, di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), kemarin (Minggu, 26/7/2015).

Pada kesempatan terpisah, dosen astronomi ITB, Endang Soegiartini, yang juga menjadi anggota Tim Akademisi IOAA 2015, mengatakan ilmu dalam membuat stupa Candi Borobudur sangat menarik. Pada abad ke-9 nenek moyang Indonesia telah mampu membangun Candi Borobudur dan menjadi ahli astronomi.

Endang menuturkan, para peserta IOAA akan dibawa ke Candi Borobudur untuk mengenal contoh soal dan memecahkan kasus dalam kompetisi internasional ini. Pemilihan Candi Borobudur juga untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bagian dari penentu peradaban dunia.

Tes observasi atau pengamatan pertama dalam IOAA 2015 akan dilakukan pada Selasa (28/7), pukul 19.00-24.00 WIB di Candi Borobudur.

Ajang promosi
Harris menjelaskan, perhelatan IOAA akan dibuka pada 27 Juli dan ditutup pada 4 Agustus nanti. Untuk ajang IOAA kali ini, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah dan memilih Jateng sebagai tempat pelaksanaan dari kegiatan tersebut.

Menurut Harris, salah satu alasan dipilihnya Jateng sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ialah sebagai apresiasi atas prestasi provinsi itu sebagai Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015 untuk tingkat SMA.

Tahun ini IOAA di Indonesia akan diikuti 318 peserta dari 41 negara, antara lain Kanada, Tiongkok, India, Rusia, Thailand, Amerika Serikat, dan Inggris. Total peserta yang ikut mencapai 318 partisipan yang terdiri atas team leader, peserta, dan pengamat.

Pada hari penutupan, lanjut Harris, para peserta akan menyaksikan pentas kolosal sendratari Ramayana di Candi Prambanan. Tak hanya itu IOAA akan dimeriahkan dengan berbagai agenda pendukung lainnya, seperti pameran pendidikan, fun games, wisata edukasi ke Sangiran, public lecture tentang astronomi, workshop guru SMA, dan penampilan berbagai atraksi kesenian dari para siswa SMA sederajat di Jawa Tengah.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Dasar Provinsi Jateng, Nurhadi Amiyanto, menyatakan ajang Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika tingkat SMA itu akan dijadikan sebagai tempat promosi budaya dan pariwisata daerah tersebut.

"Peserta yang berasal dari 41 negara akan mendapat suguhan budaya dan keindahan pariwisata di berbagai tempat di Jawa Tengah (Jateng)," sebut dia.(Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya