Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMARAU panjang di sebagian wilayah Tanah Air yang membuat sejumlah waduk mengering menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian gagal panen. Sebagian petani di sejumlah kecamatan Kabupaten Gresik, Jatim, terpaksa membabat padi mereka karena puso. Para petani yang merugi akibat gagal panen mendesak pemerintah memberikan kompensasi atas pusonya tanaman padi mereka.
"Sejak tanam hingga saat ini berumur antara 30-45 hari setelah tanam tidak memperoleh siraman air hujan. Kekeringan diperparah dengan mengeringnya Sungai Bengawan Solo," ungkap Murtaji, petani Desa Pandang Bandung, Kecamatan Dukun, kemarin.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Kecamatan Panceng. Menurut Sarpin, padinya yang berumur 20 hari juga puso karena Waduk Pantenan mengering sejak sebulan lalu.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa waduk di kawasan pantura Gresik yang mengering, di antaranya Waduk Pantenan, dan Waduk Ketanen di Kecamatan Panceng, Waduk Rejopetung dan Waduk Sumengko di Kecamatan Sidayu.
Di sepanjang irigasi waduk tersebut terdapat sedikitnya ratusan hektare tanaman padi berumur antara 30-80 hari setelah tanam.
Gagal panen akibat kekeringan juga melanda tanaman padi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Wati, 40, seorang petani di Kutoarjo mengatakan kondisi kekeringan yang menimpa tanaman padinya telah berlangsung dua bulan.
"Sudah tidak bisa diselamatkan. Jadi, saya berikan ke warga lain sebagai pakan sapi," ujarnya.
Di Cilacap, Jawa Tengah, kekeringan juga semakin meluas hingga di enam kecamatan.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Supriyanto, mengatakan pihaknya telah mendistribusikan air bersih untuk desa-desa yang mengalami krisis air bersih.
Di Kampung Cisarua Legok, Desa Cisarua, dan Kampung Cipaku, Desa Langgansari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejumlah petani sayuran juga terancam merugi.
Pasalnya, ratusan hektare tanaman sayuran mereka terancam gagal panen karena kekurangan air.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring, mengatakan pemerintah sudah mengantisipasi agar dampak kekeringan tidak meluas dengan menyebar puluhan ribu pompa air.
"Dampak kekeringan yang terjadi tahun ini akan diupayakan tidak sebesar tahun lalu sehingga tidak mengganggu target produksi. Tahun lalu, tercatat 30 ribu hektare sawah gagal panen," jelasnya.
Di sisi lain, pakar hidrologi dan hujan buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Heru Widodo menyatakan, Sumatra, Jawa, NTT, dan NTB tidak akan terkena hujan hingga awal Oktober.
"Karena itu, masyarakat diminta mulai menghemat air," ujarnya.
(Tim Media/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved