Arya Permana Senang Kembali ke Sekolah

Cikwan Suwandi/Ant/X-4
19/7/2016 08:31
Arya Permana Senang Kembali ke Sekolah
(ANTARA/M. Ali Khumaini)

DALAM balutan kaus berwarna hijau dan celana merah serta bersandal, Arya Permana berjalan menuju sekolah diantar bapak ibunya.

Wajah bocah 10 tahun pemilik bobot sekitar 180 kilogram tersebut tampak riang.

Dia menjawab tegur sapa orang-orang yang berpapasan di perjalanan.

"Selama ini Arya tidak minder dengan kondisinya. Dia ceria, bahkan aktif bergaul dengan teman-temannya," tutur Ade Somantri, sang bapak.

Arya sengaja datang pagi-pagi ke SDN I Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, karena ingin berjumpa dengan teman-teman sekelasnya terlebih dulu.

Sejak dari gerbang sekolah, Arya mendapat sambutan hangat dari teman-temannya.

Itulah perjumpaan pertama Arya dengan teman-teman sekolah sepulang dari RS Hasan Sadikin, Bandung, Sabtu (16/7).

Mereka pun beriringan masuk ke ruangan kelas IV.

Beberapa saat setelah masuk kelas, pihak sekolah memanggil seluruh siswa untuk mengikuti upacara bendera di lapangan.

Seluruh murid mulai kelas I-VI berhamburan ke lapangan upacara. Arya berjalan pelan dituntun orangtuanya.

Sekonyong-konyong Arya terpeleset saat akan memasuki lapangan hingga terjatuh.

Tiba-tiba, bocah itu kebingungan untuk berdiri lalu menangis.

Setelah dibantu kedua orangtuanya akhirnya Arya kembali berdiri.

Sambil tetap menangis, dia merengek tidak ingin melanjutkan sekolah di hari pertama masuk sekolah tersebut.

Para guru dan kedua orangtua Arya pun memenuhi keinginan tersebut.

Akhirnya, Arya pulang ke rumah.

"Arya memiliki kemauan keras sekolah. Dia sampai di sekolah masih pagi, tetapi karena terjatuh, akhirnya dia ngambek nggak mau melanjutkan sekolah," ujar Rokayah, ibunda Arya.

Jalan yang dilalui Arya dari kelas menuju lapangan upacara, lanjut sang ibu, memang licin karena sejak Minggu (17/7) malam diguyur hujan.

"Mungkin dia malu terjatuh di depan teman-temannya. Lagi pula pakaiannya juga kotor sekali."

Ke depan, Rokayah yakin Arya dapat mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolahnya yang berjarak kurang dari 100 meter.

Baik Ade Somantri maupun Rokayah tetap akan membujuk Arya untuk tetap bersekolah.

Kepada Media Indonesia, Arya mengaku tetap ingin bersekolah. Insiden terpeleset tidak menjadikan dirinya kapok untuk berjalan menuju sekolah.

Arya yang saat ini duduk di bangku kelas IV mengaku sangat menyukai pelajaran IPA dan IPS.

"Saya seneng ketemu teman-teman. Besok (hari ini) mau sekolah lagi."

Pihak sekolah akan mendatangkan guru ke rumah Arya. "Insya Allah nanti guru akan ke rumah Arya.

Tetapi tergantung anaknya," ungkap Kepala SDN I Cipurwasari, Mustopa.

Arya semula dirawat di RS Hasan Sadikin sejak Senin (11/7).

Namun, dia minta pulang karena ingin bertemu teman-teman di hari pertama masuk sekolah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya