Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGGULANGAN kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diakui berbagai pihak tidak cukup dengan mengandalkan citra satelit atau tindakan pemadaman mengingat sifat hutan tropis yang heterogen dan kondisi sosiologis masyarakat sekitar hutan di Indonesia yang khas.
Pemberdayaan masyarakat di sekitar dianggap menjadi hal utama yang dapat diandalkan dalam mencegah sekaligus memantau titik api.
"Satelit itu kan mendata suhu panas di atas 40 derajat celsius. Suhu sebesar itu bisa dengan mudah dicapai dalam kondisi panas," ungkap Sujica W, Fire Management Head of Sinarmas Forestry, di Perawang, Riau, kemarin.
Dia menjelaskan data satelit yang digunakan banyak pihak, termasuk pemerintah, untuk mendeteksi kebakaran tidak dapat secara mentah digunakan tanpa diikuti pengecekan langsung di lapangan.
Program pemberdayaan masyarakat akan lebih baik dijadikan ujung tombak pemantauan titik api, sehingga akan terus dikembangkan.
"Masyarakat diedukasi berbagai hal mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ada yang bertanggung jawab di setiap desa sehingga mempermudah pekerjaan di area yang sangat luas," ungkap Sujica.
Pemberdayaan tersebut juga menjadi upaya edukasi dan mengubah kebiasaan warga agar tidak membakar lahan.
Sebagai solusi, edukasi juga diberikan melalui berbagai pelatihan dan pemberdayaan ekonomi seperti perkebunan hortikultura, dan pertanian.
Selain itu, menurut Sujica, pengembangan teknologi dalam mendeteksi api juga harus ditingkatkan.
"Salah satunya melalui pembangunan menara pantau termal dan satelit mini," tambah Sujica.
Hal senada sebelumnya juga telah disuarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) bahwa saat ini masih dibutuhkan verifikasi dalam memantau keberadaan titik api.
Satelit dapat digunakan sebagai salah satu cara yang menunjang, tetapi tidak dapat diandalkan secara total.
Ancaman bencana
Pembakaran hutan dan lahan saat ini diperkirakan tengah dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Anggota Komisi IV DPR RI (Fraksi NasDem) Hamdhani mengingatkan masyarakat akan ancaman bencana kabut asap sebagai konsekuensi dari aktivitas ilegal tersebut.
"Jangan lupakan kejadian di 2015. Seluruh masyarakat Kalteng mengalami berbagai masalah, mulai dari kesehatan, kesulitan transportasi, sampai persoalan ekonomi akibat kabut asap yang melanda berbulan-bulan," ujarnya, kemarin.
Pencegahan dini kabut asap dengan meminimalkan pembakaran lahan dan hutan sudah seharusnya jadi perhatian bersama.
Hamdhani berharap masyarakat dan pihak swasta juga harus berpartisipasi dalam pencegahan dan pengendalian karhutla.
"Tahun lalu kita menghabiskan miliaran rupiah untuk memadamkan kebakaran agar kabut asap berhenti."
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Pangkalpinang, Pro-vinsi Bangka Belitung, kemarin, kembali mendeteksi adanya empat titik api di wilayah Kabupaten Bangka Barat.
Kepala BMKG Pangkalpinang Nurhuda mengatakan bebe-rapa hari lalu titik api justru terdeteksi di kawasan hutan di Bangka Selatan.
"Karena kemarau yang melanda Bangka Belitung merupakan kemarau basah, sehingga banyak curah hujan yang membuat (titik api) sempat menghilang," ujar Nurhuda.
(RO/RF/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved