Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS vaksin palsu di RSIA Mutiara Bunda Ciledug, Kota Tangerang, Banten, dipastikan ditindaklanjuti dengan proses hukum.
Kepala Balai POM Provinsi Banten, Muhammad Kashuri, di Tangerang, mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, diketahui vaksin DPT yang digunakan RSIA Mutiara Bunda palsu.
Temuan itu pun telah disampaikan kepada pihak terkait, mulai Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, hingga Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan melakukan proses hukum yang sesuai dengan ketentuan.
Apalagi, kasus itu juga terjadi di daerah lain dan proses hukum telah berjalan.
"Kasus vaksin palsu di RSIA Mutiara Bunda akan diproses hukum. Kita sudah sampaikan temuan itu ke dinas kesehatan," ujarnya.
Sementara itu, sebanyak 21 anak ba-lita, kemarin, divaksinasi ulang di RSIA Sayang Bunda, Kabupaten Bekasi.
"Ada sekitar 21 anak yang terdaftar untuk vaksinasi ulang hari ini," ujar bidan RSIA Sayang Bunda, Dwi Anggraeni.
Dari 21 anak, jelas Dwi, 20 di antara mereka merupakan pasien vaksin jenis Pediacel dan Tripacel.
Uniknya, ada beberapa keluarga korban yang menuntut ganti rugi materi kepada pihak manajemen.
"Anak saya sudah tiga kali vaksin di RS Sayang Bunda. Sekali vaksin biayanya mencapai Rp750 ribu. Lebih baik minta ganti uang daripada divaksin ulang," ujar Naenah, 25, di Bekasi, kemarin.
Naenah mengatakan anaknya Adnan (6 bulan) tidak akan divaksinasi di rumah sakit itu.
"Pastinya, para orangtua sudah tidak percaya lagi vaksin di tempat ini. Lebih baik saya vaksin di puskesmas atau posyandu," ujarnya.
Pemerintah Kota Bekasi sedang mendata jumlah korban vaksin palsu dari tiga rumah sakit swasta yang terindikasi menggunakannya.
Tiga rumah sakit tersebut ialah RS Hosana Medika, Rawalumbu; RS St Elizabeth, Bantargebang; dan RS Permata, Mustikajaya.
Setidaknya 246 pasien menjadi korban pemberian vaksin palsu di rumah sakit tersebut.
Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, menyatakan pendataan jumlah pasien dilakukan Satgas yang dilaksanakan Dinkes Kota Bekasi.
Data sementara, sebanyak 125 anak telah terkontaminasi vaksin palsu, di RS Permata Mustikajaya ada 40 orang dan di RS Hosana Medica ada 81 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved