New Horizon Ungkap Pluto

Nasa/bbc/The Guardian/L-1
25/7/2015 00:00
New Horizon Ungkap Pluto
()
SETELAH sembilan setengah tahun mengarungi ruang hampa, wahana antariksa New Horizon akhirnya sampai di salah satu benda langit terjauh di tata surya, planet kerdil Pluto.

Wahana berbiaya US$700 juta itu bakal melintas sangat dekat dengan planet Pluto, di jarak hanya 12.500 kilometer dari permukaannya.

New Horizon yang bergerak dengan kecepatan sekitar 49.800 kilometer per detik dan diperkirakan sampai di Pluto pada Selasa (14/7) sekitar pukul 18.49 WIB.

Meski demikian, konfirmasi sampainya New Horizon baru bisa didapatkan sekitar 13 jam kemudian, Rabu (15/7) pukul 07.53 WIB.

Misi melintas di dekat Pluto itu terbilang sulit karena New Horizon harus berada di jalur yang tepat sehingga semua misinya tercapai.

Tanpa jalur dan waktu yang tepat, misi New Horizon akan sia-sia karena mungkin wahana hanya memotret ruang angkasa yang gelap.

Pengamatan dengan wahana antariksa New Horizon mengungkap Pluto lebih besar dari dugaan.

Temuan itu menambah daftar teka-teki planet kerdil Pluto yang sukses terkuak lewat misi itu.

Dengan data dari New Horizon milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), ilmuwan mengungkap diameter Pluto sebenarnya 2.370 kilometer, lebih lebar sekitar 50 kilometer dari semula.

NASA menyatakan misi menjamah dunia Pluto oleh New Horizon sukses.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah tim ilmuwan menerima sinyal dari wahana tersebut pada Rabu (15/7).

Sinyal itu diterima fasilitas piringan raksasa yang ada di Madrid, Spanyol, salah satu jaringan fasilitas komunikasi yang dimiliki NASA.

Sinyal menempuh jarak 4,7 miliar kilometer dari Pluto ke Bumi dalam waktu 4 jam 25 menit.

Kiriman sinyal itu menjadi tanda New Horizon berhasil lolos dari debris angkasa yang berserakan di lingkungan Pluto untuk menuju titik 12.500 kilometer dari permukaannya.

Para ilmuwan di pengontrol misi New Horizon di Laurel, Maryland, Amerika Serikat, sangat gembira dengan keberhasilan itu.

Ketika sinyal diterima pada pukul 07.53 WIB, para ilmuwan berpelukan.

"Kami terkunci dengan telemetri dari wahana antariksa ini," kata Alice Bowman, manajer operasional misi, seperti dikutip BBC, Rabu.

"Kita punya wahana yang sehat, kita telah merekam data Pluto."

Pejabat administrasi NASA, Charles Bolden, mengatakan, "Dengan misi ini, kita berhasil mengunjungi setiap planet di Tata Surya.

Sementara itu, pemimpin sains NASA John Grunsfeld mengatakan, "Ini momen bersejarah."

Seiring dengan keberhasilan misi New Horizon menjamah Pluto, debat tentang status Pluto kembali mengemuka.

Sejumlah kalangan menginginkan status Pluto sebagai planet yang dilepaskan pada 2006 dikembalikan.

Stuart Clark, seorang penulis astronomi, dalam tulisannya di The Guardian, Rabu (15/7), mengungkapkan langsung lewat judul Tentu Pluto Cukup Berhak Menjadi Planet.

Ukuran bukan Segalanya.

Clark mengatakan Pluto memang dunia kecil, diameternya hanya 2.370 kilometer dan volumenya hanya 1% Bumi.

"Namun, soal ukuran itu tak seharusnya dijadikan alasan untuk menendang Pluto," kata dia.

Menurut Clark, menolak status Pluto sebagai planet merupakan penyangkalan terhadap sejarah.

Pada 1930, Clyde Tombaugh dari Lowell Observatory di Arizona menemukan Pluto sebagai planet.

Sejarah itu, menurut Clark, tak seharusnya ditulis ulang.

Keberhasilan New Horizon harus dimanfaatkan untuk melihat ulang status Pluto.

"Ini waktunya untuk mengkaji ulang aturan penetapan planet, mengembalikan status Pluto, dan menerima bahwa kita hidup di tata surya yang lebih besar dan bervariasi," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya