Mendikbud Jadi Incaran Selfie Orangtua Murid

Basuki Eka Purnama
18/7/2016 08:15
Mendikbud Jadi Incaran Selfie Orangtua Murid
(MI/Dwi Apriyani)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menjadi incaran selfie (swafoto) orangtua murid yang mengantar anak mereka pada hari pertama sekolah di SDN Polisi I Bogor, Senin (18/7).

"Pak, foto dulu, pak," ujar seorang orangtua murid, Mulyani, saat mengantar anaknya ke sekolah.

Mulyani mengatakan bisa berfoto dengan Mendikbud dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto merupakan kesempatan langka. Oleh karena itu, dia tidak mau melewatkan kesempatan emas tersebut.

Tidak hanya Mulyani, sejumlah orangtua murid yang sebagian besar kaum Hawa itu turut berswafoto.

"Saya memang selalu mengantar anak setiap hari pertama sekolah," kata Mulyani.

Menurut dia, selain membangun interaksi yang baik dengan para guru juga melindungi anak dari berbagai ancaman yang datang.

"Di sekolahan ini sering kejadian, anak yang diculik dengan mengaku saudaranya, pamannya. Jadi kalau tidak naik jemputan sekolah, lebih baik diantar," jelas dia.

Mendikbud mengeluarkan surat edaran nomor 4/2016 tentang Hari Pertama Sekolah. Dalam surat edaran tersebut, Mendikbud mengimbau masyarakat untuk mengantarkan anak mereka pada hari pertama sekolah. Tujuannya untuk mendorong tumbuhnya iklim pembelajaran yang positif dan menyenangkan.

Hari pertama sekolah dijadikan kesempatan untuk mendorong interaksi antara orangtua dengan guru di sekolah untuk menjamin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak setahun ke depan.

Dalam surat tersebut, Mendikbud mengimbau instansi pemerintah dan swasta untuk memberikan dispensasi pada karyawan untuk mengantarkan anak ke sekolah.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan sangat mendukung gerakan tersebut. "Sejuta persen kami mendukung gerakan ini!"

Bima juga mengizinkan PNS di lingkungan Pemkot Bogor mengantarkan anaknya dulu ke sekolah pada hari pertama sekolah.

"Tidak akan terganggu pekerjaan karena memang kerja tidak ada habisnya. Nanti habis mengantar anak sekolah bisa dilanjutkan lagi," jelas Bima. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya