Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA Olih Sodikul Hikmah,49, mendaftarkan diri menjadi calon kepala sekolah di luar negeri, setahun silam berujung manis. Agustus mendatang, Olih akan mulai menjalani tugas memimpin sekolah Indonesia di Bangkok, Thailand.
9 Agustus mendatang, Olih yang sudah menjadi guru sejak 1997 itu akan memulai tugasnya di Negeri Gajah Putih. Berdasarkan kontrak kerja sementara, pengajar Bahasa Inggris ini akan menetap di sana selama tiga tahun.
Di kota yang juga dikenal dengan sebutan City of Angels ini, dia akan melanjutkan pengabdiannya menjadi pendidik di Sekolah Indonesia Luar Negeri. Posisinya pun sama yakni kepala sekolah.
Bukan satu sekolah saja yang dia pimpin, tapi epmat sekaligus. Mulai dari sekolah tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. Selama bertugas di sana, dia akan tetap hidup dan didampingi keluarganya yakni isteri dan anaknya.
Tita Permatasari, 43, isterinya yang saat ini berstatus tenaga pengajar honor di sebuah TK, juga akan diboyongnya. Pun demikian dengan anaknya bernama Tasya, yang baru saja lulus sekolah tingkat SMA.
"Isteri saya sekarang bersiap untuk ikut. Jadi berhenti mengajar. Dan anak saya satu-satunya juga akan ikut dan melanjutkan sekolah di sana. Kebetulan ada kesempatan beasiswa jadi melanjutkan S1 di sana," tutur Olih ditemui di Pendopo Bupati di Perkantoran Pemda, di Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (14/7) siang.
Menjadi yang terpilih untuk memimpin sekolah Indonesia di Bangkok tidak didapat pria yang kini menjabat kepala sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Klapa Nunggal, Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor, dengan mudah. Warga asli Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor ini lolos seleksi dan mengalahkan pendaftar lain dari berbagai daerah di Indonesia.
Untuk sampai menjabat kepala sekolah di Bangkok, butuh perjuangan dan waktu lama. Setelah dirinya nekat mendaftarkan diri, sejumlah tahapan pun harus diikutinya.
Cerita sukses itu bermula tahun lalu, tepatnya Agustus 2015. Saat itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Luar Negeri membuka lowongan untuk kepala sekolah tingkat SMP untuk ditugaskan di luar negeri.
Mengetahui info kesempatan itu, Olih pun langsung mendaftar atas inisiasi sendiri. "Saya ajukan sendiri. Bukan dari disdik atau pemda, karena seleksi ini terbuka untuk kepala sekolah mana pun yang PNS,"ujarnya.
Meski demikian, Olih mengaku tetap berkoordinasi dengan atasan-atasannya seperti UPT, Disdik Kabupaten Bogor dan Pemkab Bogor. Singkat cerita, terjaringlah 30 kepala sekolah di seluruh Indonesia, termasuk Olih.
Kemudian dikerucutkan lagi menjadi lima sesuai kebutuhan kepala sekolah di lima negara. Kelima orang itu akan ditempatkan di Mesir (Kairo), Filipina, Myanmar, Belanda, dan Thailand (Bangkok).
Diceritakan Olih, proses yang harus dia lewati saat itu diantaranya tes wawancara, presentasi rencana program kerja, psikotes, serta membuat tulisan berbahasa Inggris dan Indonesia.
Sebagai guru, lanjutnya, ia ingin mendidik terus. Tapi perlu juga melihat sesuatu yang berbeda. Itu yang jadi motivasinya ketika mendaftar atau melamar.
"Saya ingin mengubah diri saya sendiri dulu. Ya mudah-mudahan dengan perubahan dari saya bisa menular. Tentunya hal baik," katanya.
Di SMPN 1 Klapanunggal, Olih menerapkan program belajar untuk meningkatkan karakter siswa melalui kegiatan rohani. Sebelum mengikuti kegiatan belajar, para siswa dibiasakan membaca Al Quran, kemudian salat sunnah dhuha bersama setiap hari dan tidak lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Ternyata bermodal program kerja yang disebutnya bermuatan lokal dan berbasis pada peningkatan karakter siswa melalui kegiatan kerohanian itu yang membawanya ke Bangkok.
Namun, Olih mengatakan dirinya tidak langsung menerapkan program itu di Sekolah Indonesia di Bangkok. Dirinya akan terlebih dahulu mempelajari kondisi sekolah yang akan dipimpinnya.
Keberhasilan Olih juga dibarengi prestasi SMPN 1 Klapanunggal untuk menjadi sekolah adiwiyata. Saat ini SMPN 1 Klapa Nunggal tengah menjalani proses memperebutkan status sekolah adiwiyata di tingkat provinsi Jawa Barat.
Saat acara pelepasan Olih, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan harapannya agar selain bisa menuntaskan tugas sebagai kepala sekolah di Bangkok, Olih juga bisa menjadi duta bagi Kabupaten Bogor di sana.
"Selain mimpin sekolah di sana, Pak Olih juga bisa membawa misi dari Kemendikbud dan memperkenalkan daerah asalnya ke warga Thailand," kata Nurhayanti.
Menurutnya apa yang dilakukan dan diraih Olih adalah sebuah prestasi luar biasa. Bagaimana tidak, Olih menjadi kepala sekolah pertama di Kabupaten Bogor yang menembus luar dan memimpin empat sekolah sekaligus.
"Saya bangga sekali. Ini perjalanan karir, jabatan dan pengabdian. Sebagai bupati saya bangga," lanjut Nurhayanti.
Nurhayanti pun memberikan bekal berupa buku terkait Kabupaten Bogor dan brosur. Sementara itu, sebelum terbang ke Bangkok, Olih akan dulu bertugas mensosialisasikan kegiatan tersebut ke beberapa daerah. Karena dia pun terpilih menjadi salah satu tim seleksi guru, tenaga kependidikan luar negeri. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved