Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA besar Tisna Sanjaya tidak menjamin semuanya berjalan mulus. Terbukti karya Tisna sempat ditimbang ulang untuk dipajang saat pameran di Vienna, Austria, 20 Juni-2 Juli 2016. Saat itu, beberapa karya Tisna terlebih dahulu tiba di Vienna. Namun, itu mengeluarkan bau busuk dan binatang karena menggunakan rempah-rempah organik sehingga dipertimbangkan untuk tidak dipajang. Tisna sengaja memilih rempah-rempah sebagai basis karyanya meski dianggap bau dan berpotensi menimbulkan penyakit. "Kenapa saya pilih rempah-rempah? Karena punya nilai yang luar biasa bagi negeri ini. Rempah-rempah hanya simbol, tetapi simbol dari kekayaan bangsa ini," tegasnya.
"Mereka datang ke kita untuk mengambil rempah-rempah, tapi ketika kita bawa ke mereka lagi, mereka bilang 'Wah, ini penyakit'. Itu konsepnya," imbuhnya lagi. Ia menyebut karyanya sebagai neo mooi Indie. Istilah mooi Indie muncul dari S Sudjojono untuk mengejek pelukis pemandangan dalam tulisannya pada 1939. Menurutnya, lukisan-lukisan pemandangan yang serbabagus, enak, romantis bagai di surga, tenang, dan damai, tidak lain hanya mengandung satu arti: mooi Indie (Hindia Belanda yang indah). Itulah yang disuarakan Tisna saat ini dengan pemaknaan ulang mooi Indie. Bagi Tisna, karyanya merepresentasikan alam Indonesia yang indah dipandang dari jauh, tetapi kondisi nyata memperlihatkan sebaliknya. "Saya menyebutnya neo mooi Indie," tegasnya.
Cigondewah
Mungkin hal itu yang dimaknai Tisna untuk lahan di Cigondewah, Kecamatan Bandung Kulon, Bandung. Tanah yang berlokasi di kawasan industri tekstil Cigondewah itu sebelumnya tempat pembuangan sampah. Sejak 2008, itu diubahnya menjadi Pusat Kebudayaan Cigondewah, tempat berbagi, bermain, dan berkegiatan kreatif lain secara independen. Cigondewah ialah potret pergeseran budaya dari agraris ke industri. Desa kecil di sebelah barat Kota Bandung yang berbatasan dengan Kota Cimahi memiliki masalah lingkungan, terutama sampah plastik dan polusi air. Pencemaran akibat luapan limbah industri sekitar desa.
Sawah yang luas dari Cigondewah berubah menjadi jalan untuk pabrik dan pabrik pengolahan sampah plastik. Budaya agraris yang baik terhadap alam telah bergeser ke arah budaya industri yang mengucilkan dan mencemari alam. Itulah yang kemudian disikapi Tisna melalui karyanya. Ia menilai sekarang saatnya membuat keberpihakan sikap atau visi dari seni yang punya daya untuk kebaikan lingkungan. Menurutnya, dampak perusakan lingkungan bersifat global dan berlaku turun-temurun. "Kalau sekarang kita tidak berbuat baik terhadap lingkungan dengan cara apa saja, dampak itu akan sampai pada anak-anak kita. Kalau kita merusak di sini, yang rusak di sana. Jadi, efeknya efek global. Makanya, kesadaran itu selalu muncul dalam karya seni yang saya ciptakan," cetusnya.
Meski tidak terdapat perubahan fisik yang mencolok mata, Tisna tidak berhenti berkarya di Cigondewah. Menurutnya, perubahan bukan hanya dari fisik, melainkan juga inspirasi ataupun kesadaran. "Jadi, di Cigondewah-nya tidak signifikan terjadi perubahan, tapi inspirasinya mungkin ke Thailand, Belanda, dan ke berbagai macam belahan dunia," tegasnya. Tisna yakin, seni punya kekuatan. "Saya yakin kalau seni punya daya untuk melakukan perubahan," pungkasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved