WILAYAH Jabodetabek bakal menanggung beban berat urbanisasi berbarengan dengan arus balik Lebaran tahun ini.
Hal ini dikemukakan Kepala Lembaga Demografi UI Sonny Harry B Rachmadi kepada Media Indonesia, kemarin. "Sasarannya bukan hanya Jakarta, tetapi kota-kota di Jabodetabek. Sekitar 10% populasi Indonesia itu ada di sini atau lebih dari 30 juta orang. Saya perkirakan tahun ini pendatang baru itu akan mencapai 60 ribu-65 ribu."
Menurut Sonny, urbanisasi bisa berdampak positif sepanjang para pendatang memperoleh pekerjaan. "Persoalannya kalau mereka tidak beroleh pekerjaan, akibatnya over population dan mereka berpotensi beralih ke kriminal."
Untuk menekan tingkat urbanisasi setiap arus balik Lebaran selain menggenjot pembangunan di perdesaan, menurut Sonny, perlu pula meningkatkan peran paguyuban di kota dan pemda. "Mereka harus memberi informasi tentang kondisi di kota agar warga desa tidak terpancing ikut-ikutan ke kota. Jadi, mereka yang bermigrasi ke kota ialah individu-individu yang memiliki keahlian."
Sementara itu, peningkatan arus balik kendaraan pasca-Lebaran 2015 di Tol Cipali diprediksi berangsur-angsur terjadi mulai hari ini. Pemantauan di lapangan kemarin menunjukkan adanya lonjakan volume kendaraan dibanding Minggu (19/7).
"Untuk mengatasi kemacetan, kami menyiapkan rekayasa lalu lintas, terutama di gerbang Tol Cikopo. Apabila kemacetan mengekor hingga 5 sampai 7 km akan dibuka gerbang timur dan barat. Selanjutnya, pemudik diarahkan dari Kalijati ke Sadang kemudian masuk tol lagi di Cikampek," kata Kasatlantas Polres Subang Ajun Komisaris Ridwan.
Operator ruas Tol Cipali, PT Lintas Marga Sedaya, memprioritaskan kendaraan tujuan Jakarta selama arus balik Lebaran dengan memperbanyak gardu pembayaran.
Menurut Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya Hudaya Arryanto, arus balik Lebaran terjadi sejak Minggu (19/7) hingga hari ini. Untuk mengantisipasi lonjakan, pihaknya mengerahkan petugas tambahan.
Kepadatan arus balik juga tampak di jalur Lingkar Gentong dari arah Bandung ke Tasikmalaya. Sebaliknya, kemacetan yang sama juga terjadi dari arah Tasikmalaya ke Bandung. Untuk menempuh jarak 2 km butuh waktu sekitar 1 jam. (Deo/Jay/UL/Ant/X-4)