Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah salah memperkirakan kemacetan arus mudik di jalan tol baru Pejagan-Brebes, Jawa Tengah. Solusi yang disiapkan pemerintah ternyata kurang efektif mengurai kemacetan. Alhasil, kemacetan panjang pun terjadi di jalur tersebut.
"Kami terlalu yakin dan optimistis dengan jalan tol baru itu dapat membantu. Masyarakat pun berpikiran sama. Semua orang yakin, akhirnya bertumpuklah kendaraan di situ. Sehingga terjadilah musibah," kata Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (12/7).
Seperti diberitakan, belasan pemudik meninggal dunia akibat kelelahan di perjalanan karena macet. Terkait ini, Kalla mengatakan, pemerintah meminta maaf dan akan melakukan evaluasi.
"Jadi pertama, pemerintah minta maaf dan menyesalkan ini semua. Saya kira sudah beberapa pejabat minta maaf, bahwa pemerintah sudah berusaha melayani sebaik-baiknya. Namun semua orang terlalu yakin. Jadi lain kali harus diatur lebih baik lagi," tuturnya.
Wapres mengungkapkan, pemerintah sebenarnya telah membahas berbagai usulan pada saat rapat kabinet untuk mengurai kemacetan ketika arus mudik dan arus balik. Salah satu usulan yang mengemuka ialah dengan menjual karcis tol di satu pintu.
"Dengan begitu, pintu tol bebas dilewati oleh pengendara. Kalau dihitung, butuh waktu 15 detik bagi orang untuk membayar tol. Apalagi kalau menukar uang. Nah, kalau sejuta dikali 15 detik, sudah 15 juta detik hilang, tetapi, itu tidak dilakukan juga," ujarnya.
Usulan lainnya ialah memberlakukan nomor kendaraan ganjil dan genap dalam perjalanan mudik. Kendaraan dengan plat nomor genap diatur untuk melakukan perjalanan pada Sabtu dan Senin. Adapun, kendaraan dengan plat nomor ganjil pada Minggu dan Selasa. "Namun, gagasan itu juga tidak diterima," ujarnya. (Deo/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved