WAKTU kecil, yang membuat saya paling senang menghadapi Lebaran ialah baju baru.Klise memang, tapi begitu adanya.
Bukan apa-apa, sebelum punya pekerjaan, saya termasuk yang jarang membeli baju baru.
Namun, setiap Lebaran, sudah pasti dibelikan baju baru.
Bukan cuma Lebarannya yang setahun sekali, pake baju barunya pun setahun sekali.
Sejak malam takbiran, hati sudah berdebar.
Membayangkan besok pasti akan terlihat keren dengan baju baru.
Sekarang, baju baru bukan lagi sesuatu yang membahagiakan buat saya.
Maklum, beli baju baru sudah tidak setahun sekali.
Kadang sebulan sekali.
Alhamdulillah, hehe.
Makanya, kadang saya merindukan diri saya yang kecil, yang bisa bahagia menyambut datangnya Lebaran meskipun alasannya sesederhana memakai baju baru.
Sekarang mah, menghadapi Lebaran malah kadang suka pusing.
Memikirkan bagaimana mengatur anggaran supaya pengeluaran buat Lebaran bisa cukup, memikirkan mengatur jadwal yang tepat supaya tidak terkena arus mudik yang terlalu parah, memikirkan mengatur jadwal supaya liburan dan pekerjaan tetap bisa sejalan, hingga berharap cemas apakah asisten rumah tangga bakal kembali dari kampung atau tidak.
Padahal, harusnya kan bahagia menyambut Lebaran itu karena menang telah mengalahkan hawa nafsu.
Mengalahkan diri sendiri.
Harusnya, Lebaran itu diisi renungan.
Seperti yang dinyanyikan oleh Bimbo.
"Setiap habis Ramadan, hamba rindu lagi Ramadan... Rindu beribadah."
Eh, ini mah, yang ada, setiap menjelang Lebaran, rasa bahagianya malah lebih besar karena tahu bahwa sebentar lagi saya bisa bebas makan dan minum di siang hari.
Astaghfirullahaladziim.Semoga Anda terhindar dari sedemikian ya. Jangan tiru saya, lo! (H-4)