Penurunan Hotspot Tahun Ini Signifikan

Richaldo Y Hariandja
10/7/2016 20:41
Penurunan Hotspot Tahun Ini Signifikan
(ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

HOTSPOT (titik panas) sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada periode 1 Januari sampai dengan 9 juli tahun ini mengalamai penurunan hingga 67,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Satelit NOAA 18/19 mencatat terdapat 1.043 titik pada tahun ini, sementara tahun lalu mencapai hingga 2.121 titik.

Sementara jika dibandingkan dengan data Satelit Terra/Aqua sebanyak 1.868 titik, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015, mengalami penurunan 329 titik atau 14,97 persen.

"Tahun ini Alhamdulillah masyarakat bisa lebaran tanpa asap. Kita tetap harus terus waspada dan melakukan berbagai langkah antisipasi Karhutla," ucap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Minggu (10/7).

Beberapa operasi lapangan dalam rilis tersebut disebutkan telah dilakukan seperti di Banama Tingang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Dalam kawasan tersebut terjadi kebakaran dan telah dilakukan pemadaman oleh Manggala Agni Daerah Provinsi Kalteng bersama TNI dan Polri.

Selain itu, Tim penanggulangan juga melaksanakan pemadaman pada areal terbakar yang diketahui berupa lahan yang baru dibuka dengan alat berat. Tumpukan kayu ranting kemudian sengaja dibakar, hingga meluas ke area seluas 50 hingga 100 ha.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya menyatakan Satuan Tugas Terpadu Karhutla Provinsi Riau juga telah melaksanakan pemadaman api secara darat dan udara pada saat libur lebaran kemarin. Dikatakan dia, Pesawat Air Tractor dan Helikopter MI-171 Water Bobing dikerahkan untuk melakukan pengecekan lokasi di daerah Langgam Kabupaten Pelalawan, Daerah Ukui Kabuaten Pelalawan, Desa Sungai Raya Kecamatan Rengat hingga daerah Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu.

"Hingga saat ini, karhutla dapat dikendalikan dengan lebih baik, antisipasi yang baik tersebut juga menyebabkan api tidak menyebar," uca Sutopo.

Dikatakan dia, pada saat lebaran lalu, satelit Modis dengan Sensor Aqua melalui pengamatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mencatat terjadi 49 hotspot di Sumatera dengan tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya