Gelembung Aorta Pembawa Maut

Eni Kartinah
15/7/2015 00:00
Gelembung Aorta Pembawa Maut
()
TAHUKAH Anda penyebab meninggalnya fisikawan terkemuka dunia Albert Einstein? Sebuah perdarahan hebat di dalam perut telah mengakhiri kehidupan ilmuwan besar itu pada 18 April 1955.

Perdarahan itu dipicu pecahnya pembuluh darah aorta perut yang sebelumnya mengalami aneurisma atau penggelembungan.

Dunia medis menyebutnya sebagai abdominal aortic aneurysm atau AAA.

"AAA merupakan kelainan pada pembuluh darah aorta abdominal, yaitu pembuluh darah utama yang keluar dari jantung menuju rongga dada lalu ke perut," terang dokter Vascular Center RS Premier Bintaro, Tangerang, dr Alexander Jayadi SpB(K)V pada diskusi kesehatan yang diselenggarakan di Jakarta, pekan lalu.

Ia menjelaskan AAA terjadi ketika ada ruas pembuluh aorta abdominal yang menggelembung akibat melemahnya dinding aorta.

Makin lama diameternya makin besar.

Gelembung itu bisa tiba-tiba pecah hingga menimbulkan perdarahan besar dalam perut hingga menyebabkan kematian.

"Aorta abdominal menyuplai darah kaya oksigen dari jantung menuju kedua kaki, saluran pencernaan, juga kedua ginjal. Pembuluh darah aorta normalnya berdiameter 1,5-2 cm. Penggelembungan pada aorta yang terkena AAA membuat diameter itu terus membesar. Saat diameternya 7 cm, biasanya akan pecah."

Timbulnya AAA, lanjut Alexander, kerap tidak bergejala.

Karena itulah penyakit tersebut kerap disebut 'pembunuh senyap'.

"Saat terjadi perdarahan, meski sudah ditangani dengan operasi, tingkat kematiannya masih tinggi, mencapai 70%," imbuh Alexander.

Umumnya, penggelembungan aorta itu ditemukan tanpa sengaja oleh dokter saat memeriksa area perut pasien dengan USG atau alat pencitraan yang lain.

"Ketika sudah sangat besar, barulah AAA menunjukkan gejala, yakni pembesaran yang bisa diraba di area perut. Pembesaran itu berdenyut seirama jantung," imbuh Alexander.

Selain berpotensi menyebabkan kematian mendadak, AAA bisa menimbulkan masalah di kaki.

"Area yang menggelembung pada aorta menyebabkan aliran darah mengalami turbulensi atau perputaran. Turbulensi memudahkan terbentuknya gumpalan darah. Nah, gumpalan itu bisa terbawa oleh aliran darah dan menyumbat pembuluh darah di kaki," jelas Alexander.

Sumbatan itu, lanjutnya, akan menimbulkan nyeri di kaki.

Bila terjadi dalam jangka waktu lama, sumbatan akan menyebabkan kematian jaringan di kaki hingga berisiko amputasi.

Pemeriksaan USG
Untuk mencegah kefatalan, AAA perlu dideteksi dan ditangani secara dini.

Cara mendeteksinya cukup mudah, yakni dengan USG perut.

Karena itu, mereka yang berisiko mengalami AAA dianjurkan untuk menjalani USG perut secara teratur.

Siapa saja yang termasuk kelompok berisiko itu?

"Laki-laki lebih berisiko daripada perempuan. Usia 55 tahun ke atas, pernah mengalami serangan jantung, penderita diabetes, hipertensi, dan perokok termasuk berisiko. Mereka yang memiliki orangtua atau saudara kandung penderita AAA juga berisiko," kata Alexander.

Risiko itu berkaitan dengan faktor penyebab timbulnya AAA.

Menurut Alexander, AAA disebabkan aterosklerosis atau pengendapan plak pada dinding pembuluh darah.

Plak tersusun atas kolesterol jahat (LDL), kalsium, dan substansi lainnya.

"Jadi, penyebabnya serupa dengan penyebab penyempitan pembuluh darah yang memicu serangan jantung. Karena itulah mereka yang pernah mengalami serangan jantung juga berisiko mengalami AAA."

Alexander menganjurkan orang-orang yang berisiko itu untuk menjalani pemeriksaan USG di perut secara berkala.

Dengan demikian, aorta yang menggelembung itu bisa dideteksi sedari awal sebelum pecah.

Penggelembungan aorta yang terdeteksi harus dicegah supaya tidak pecah.

Caranya dengan operasi pemasangan alat bernama stent graft tepat di area yang menggelembung itu.

Saat ini, pemasangan alat yang berbentuk selongsong logam itu tidak memerlukan pembedahan.

"Stent graft dipasang melalui kateter yang dimasukkan lewat pembuluh darah di lipat paha."

Ketika alat itu terpasang, darah dari jantung akan mengalir melalui gorong-gorong stent graft tersebut.

Dengan demikian, tidak ada lagi tekanan aliran darah yang mengenai dinding aorta yang menggelembung.

Risiko pecahnya aorta pun bisa dihindari dan bagian yang menggelembung itu lama-kelamaan akan mengecil. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya