Umat yang Taat Meraih Kemenangan di Akhirat

14/7/2015 00:00
Umat yang Taat Meraih Kemenangan di Akhirat
()
TAFSIR Al-Misbah kali ini membahas kandungan Surah An-Nur ayat 51-59 yang menjelaskan tentang kekuasaan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang beriman dan beramal saleh ketika mereka mengikuti ajaran Islam.

Pada ayat 51 disebutkan ucapan-ucapan orang mukmin saat mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya dalam memutuskan perkara di antara mereka dan berkata, "Kami mendengar, dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Selanjutnya pada ayat 52 disebutkan bahwa barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, orang-orang itu bakal mendapatkan kemenangan pada hari akhir nanti.

Pada ayat 53, orang-orang yang beriman dan taat itu bersumpah bakal bersungguh-sungguh jika Nabi Muhammad menyuruh mereka untuk berjuang di jalan Allah. Namun, Nabi Muhammad berkata kepada mereka, "Janganlah kamu bersumpah, (karena yang diminta) ialah ketaatan yang baik. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Selanjutnya pada ayat 54, "Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul jika kamu berpaling, sesungguhnya kewajiban Rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas."

Maksud ayat 54 ialah taatlah manusia kepada Allah dan Rasul-Nya, karena orang-orang yang taat akan mendapatkan petunjuk dari Allah melalui Nabi Muhammad.

Kemudian pada ayat 55, "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetapi) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."

Selanjutnya pada ayat 56, "Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat."

Dilanjutkan pada ayat 57 bahwa orang-orang kafir yang berbuat dilarang oleh Allah memang luput dari siksaan di bumi. Namun, mereka akan tetap mendapat siksaan di akhirat, yakni ditempatkan di neraka.

Surah An Nur juga membahas etika di keluarga. Pada ayat 58, "Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum salat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan setelah salat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu, mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Mahamengetahui, Mahabijaksana."

Tiga macam waktu yang disebutkan pada ayat itu ialah tiga waktu yang biasanya pada waktu-waktu itu badan banyak terbuka. Oleh sebab itu, Allah melarang hamba sahaya dan anak-anak di bawah umur masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin.

Terakhir, pada ayat 59, "Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Mahamengetahui, Mahabijaksana."

Maksud ayat 59 ialah anak-anak dari orang merdeka yang bukan mahram yang telah balig, haruslah meminta izin terlebih dahulu, jika hendak masuk kamar tidur orangtua mereka. (*/H-2) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya