Bioskop Diminta Perketat Pengawasan terhadap Pembajakan

Basuki Eka Purnama
05/7/2016 14:12
Bioskop Diminta Perketat Pengawasan terhadap Pembajakan
(MI/Ramdani)

RUMAH Produksi MD Entertainment meminta bioskop di seluruh Indonesia untuk lebih ketat mengawasi penonton yang melakukan pembajakan dengan merekam film dengan ponsel pintar.

"Saya minta bioskop ketat karena penonton yang melakukan itu bisa saja tidak tahu kalau mereka telah melakukan pelanggaran hak cipta," kata pendiri MD Entertainment Manoj Punjabi, Senin (4/7).

Ia merasa cukup kesal karena salah satu film yang berada di bawah rumah produksinya, Rudy Habibie, direkam oleh penonton dan diunduh ke media sosial. Bahkan ada yang mengunduh film tersebut penuh, selama 2 jam 20 menit.

"Bioskop punya CCTV, mereka bisa mengawasi gerakan mencurigakan dari para penonton. Saya harap pihak bioskop jika melihat hal tersebut langsung mengambil tindakan untuk menegur orang tersebut," ucapnya.

Sutradara Rudy Habibie Hanung Bramantyo berpendapat bahwa para pembajak tersebut tidak bermaksud mencari keuntungan dari merekam film tersebut. Mereka hanya ingin menyampaikan dan mengekspresikan dari apa yang mereka lihat.

"Kebanyakan yang melakukan hal tersebut adalah remaja. Mereka tidak tahu kalau tindakan mereka lakukan adalah suatu kesalahan," kata Hanung.

Jika penonton hanya merekam pembukaan film atau suasana orang-orang yang ingin menonton film itu, tidak akan jadi masalah. Namun, jika sampai merekam adegan yang dianggap spoiler dan membubuhi cerita di kolom judul sosial media, menurut dia, hal tersebut salah.

Hanung sendiri mengetahui pembajakan film yang merupakan prequel dari Habibie-Ainun itu dari sosial media.

"Saya tahu dari Twitter ada orang yang memberitahukan saya tentang itu, lalu saya langsung menbicarakan di grup yang berisi orang-orang yang terlibat di Rudy Habibie," kata Hanung. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya