Menag Imbau Warga tidak Berlebihan Merayakan Malam Takbir

Arga Sumantri
05/7/2016 06:56
Menag Imbau Warga tidak Berlebihan Merayakan Malam Takbir
(MI/PANCA SYURKANI)

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau warga tidak berlebihan saat merayakan malam takbir. Apalagi, sampai berhura-hura saat menyambut datangnya Idul Fitri.

"Apalagi sampai mengganggu ketertiban umum. Saya pikir akan lebih baik kalau takbiran itu bisa dilakukan dengan hikmat," kata Lukman di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin (4/7).

Lukman memahami warga, khususnya kalangan muda, ingin merayakan datangnya Idul Fitri dengan suka cita. Tapi, sebaiknya dalam batas wajar dan bisa ditoleransi.

"Kalau sampai menyetop, menutup jalan raya, konvoi, dan sebagainya. Mungkin lebih baik dengan cara lebih maslahat," tambah Lukman.

Kegiatan takbir keliling menjadi tradisi warga Ibu Kota menyambut Hari Raya Idul Fitri. Namun, kegiatan takbir keliling rentan mengganggu ketertiban umum.

Polda Metro Jaya, tidak melarang warga buat melakukan takbir keliling. Tapi, polisi mengimbau warga yang akan bertakbir keliling agar melapor ke Polsek setempat.

"Nanti akan kami berikan pengawalan dan pengawasan supaya tidak terjadi aksi tawuran yang biasa terjadi saat malam takbiran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono.

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengimbau warga DKI tidak melakukan takbir keliling. Sebaiknya, kata dia, tradisi takbir menyambut Hari Raya Idul Fitri dilakukan di wilayah masing-masing.

"Saya imbau untuk takbiran di wilayahnya masing-masing. Tidak melakukan takbir keliling," kata Djarot usai memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Balai Kota, 29 Juni lalu.

Saat malam takbiran, aparat gabungan dari kepolisian dan Satpol PP akan menyisir konvoi-konvoi yang melakukan takbir keliling. Terutama yang menggunakan kendaraan bak terbuka dan sepeda motor.

Imbauan Djarot bukan tanpa alasan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, momen takbir keliling justru dijadikan ajang perang petasan dan tawuran. Bahkan tidak sedikit yang melanggar lalu lintas. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya