Sucikan Diri dengan Zakat

Syarief Oebaidillah
13/7/2015 00:00
Sucikan Diri dengan Zakat
(ANTARA/Fanny Kusumawardhani)
SALAH satu kesempurnaan di tengah ibadah puasa Ramadan yang sebentar lagi akan berakhir ialah umat Islam memiliki kewajiban lain yang termasuk rukun Islam keempat, yakni melaksanakan pembayaran zakat fitrah.

Zakat fitrah merupakan zakat diri yang diwajibkan atas setiap individu baik lelaki maupun perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan.

"Kata fitrah merujuk pada keadaan manusia ketika baru diciptakan agar dengan mengeluarkan zakat itu, manusia dengan izin Allah akan kembali ke fitrah," ungkap anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Adiwarman Karim kepada Media Indonesia, kemarin.

Dia menyampaikan awalnya Islam di Mekah belum mengenal kewajiban zakat fitrah. Selama 13 tahun di Mekah, umat dimotivasi memberikan makan kepada orang miskin, memperhatikan tetangga yang kelaparan, serta menyantuni anak yatim dan kerabat yang kurang beruntung.

"Kewajiban zakat fitrah itu baru muncul setelah turunnya wahyu yang mewajibkan puasa Ramadan untuk pertama kalinya," tutur dia.

Dalam perkembangannya saat ini, kewajiban zakat fitrah tersebut berdampak pada sisi ekonomi, yakni seperti naiknya permintaan atas bahan makanan seperti beras. "Inilah aspek pertumbuhan ekonomi dalam zakat fitrah," cetusnya.

Kedua, zakat fitrah pun berdampak terhadap distribusi pendapatan dalam perekonomian, dengan dibagikannya bahan makanan tersebut kepada mereka yang miskin.

"Nilai kenaikan manfaat 2,5 kilogram beras yang diterima orang miskin akan jauh lebih besar daripada penurunan nilai manfaat para pembayar zakat fitrah yang juga sebesar 2,5 kg beras," lanjut dia.

Dengan begitu, menurut dia, kebahagiaan Lebaran atau Idul Fitri tidak hanya dirayakan orang-orang kaya, tapi juga mereka yang berhak menerima zakat fitrah. "Bisa dikatakan zakat fitrah ialah wujud perpanjangan tangan Allah yang menjamah orang miskin," tutupnya.

Hikmah
Secara terpisah, Manajer Rumah Yatim Nurdin Abdullah menambahkan, ada beberapa hikmah zakat fitrah. Pertama zakat fitrah merupakan zakat diri dan di situ Allah akan memberikan umur panjang sehingga umat Islam bertahan dengan nikmatnya.

Kedua, zakat fitrah merupakan bentuk pertolongan pada umat Islam, baik kaya maupun orang miskin sehingga mereka pun bisa berkonsentrasi penuh beribadah kepada Allah dan bersukacita dengan segala nikmat-Nya.

Ketiga, hikmahnya yang paling agung ialah tanda syukur orang berpuasa kepada Allah atas nikmat ibadah puasa.

"Terakhir, zakat fitrah sebagai sarana pembersih diri dengan memberi makan kepada fakir miskin," pungkas Nurdin. (H-2)

oebay@mediaindonesia.com





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya