Tingkatkan Keamanan di Jalur Darurat

Budi Ernanto
13/7/2015 00:00
Tingkatkan Keamanan di Jalur Darurat
Iring-iringan kendaraan pemudik melintasi jalur alternatif Pejagan-Brebes yang berdebu di Brebes, Jawa Tengah, Minggu (12/7).(MI/SUSANTO)

TOL Pejagan-Pemalang yang baru dibuka Sabtu (11/7) sudah bisa mengurangi penumpukan kendaraan di simpang Pejagan. Jumlah peminatnya pun terbilang banyak. Meski demikian, petugas akan menutup tol yang masih darurat itu setiap sejam sebelum waktu buka puasa dan sahur.

Penutupan itu untuk memberi ke-sempatan pemudik membeli makanan dan minuman buat bekal mereka berbuka dan sahur karena di tol itu belum tersedia rest area.

"Pemudik diarahkan masuk simpang Pejagan. Di sana kan banyak yang jual makanan," kata Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Condro Kirono, kemarin.

Selain itu, lanjutnya, penerang-an di tol sepanjang 20 km itu akan ditambah, berikut personel pengamanannya. Pasalnya, simpang Pejagan diprediksi tidak terlalu ramai lagi setelah Tol Pejagan-Pemalang dibuka.

"Bebannya akan lebih berat di Brebes Timur sehingga pengamanan di tol darurat itu harus dilakukan secara mobile, karena jika hanya diam di pos jaga, tidak ketahuan kalau ada mobil mogok," tambah Condro lagi.

Demi keamanan para pengendara, Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Benyamin meminta pemudik yang melewati Tol Pejagan-Pemalang menjaga kecepatan kendaraan mereka di angka 30 km/jam. Pasalnya, kondisi jalan yang belum diaspal menimbulkan debu yang bisa menghalangi pandangan.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti meminta pihak pengelola Tol Cipali dan Tol Jakarta-Cikampek menjemput bola dalam proses transaksi pembayaran di gerbang tol yang selama ini menjadi penyebab kemacetan.

"Petugas tol harus mendatangi pengemudi supaya transaksi cepat," kata Kapolri saat melihat kesiapan jalur mudik di Tol Cikopo-Palimanan, Tol Jakarta-Cikampek, dan jalur pantura.

Hadir bersama Badrodin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno. Kapolri juga meminta jajarannya berkoordinasi dalam penanganan sistem buka tutup di tol ataupun jalur pantura sehingga tidak akan berdampak terjadinya kemacetan. Selanjutnya, rombongan Kapolri mengunjungi pos terpadu exit Tol Pejagan-Brebes.

"Tahun ini, kendaraan pemudik yang melintas di exit Tol Pejagan ke arah jalur pantura menurun," tambah Kapolri yang didampingi Kakorlantas dan Kapolda Jateng Irjen Nur Ali,

Menurut Nur Ali, jalur pantura terlihat ramai lancar. Karena itu, pada pukul 08.00 WIB Polda Jabar sempat mengalihkan arus lalu lintas ke jalur pantura karena terjadi kepadatan di Tol Cipali.

Di sisi lain, di Stasiun Senen dan Gambir, Jakarta Pusat, peningkatan kepadatan pemudik sudah terlihat sejak pagi hari. Guna mengatur jumlah kedatangan penumpang ke stasiun, petugas memberlakukan buka-tutup gerbang. Akibatnya, penumpukan pa-ling banyak terjadi di luar stasiun saat gerbang ditutup.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I, Bambang S Prayitno, mengatakan sampai lima hari menjelang Lebaran, jumlah pemudik yang sudah berangkat dari Stasiun Senen sebanyak 15.668 orang. Di Stasiun Gambir, di waktu yang sama sudah diberangkatkan 12.779 penumpang. Kepadatan juga terlihat di Terminal Bus Kampung Rambutan.

Sementara itu, Pemkot Jakarta Timur memasang 20 lampu sorot untuk memberikan penerangan di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang. Jalur itu kerap digunakan sebagai jalur mudik pengen-dara motor. (Tim Media/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya