KELEZATAN berbagai menu khas negeri Tiongkok memang bukan rahasia lagi. Sebagai negara dengan tradisi memasak yang tergolong paling tua di dunia, Tiongkok memiliki yang makanan sangat bervariasi. Pasalnya, di sana, setiap provinsi memiliki gaya memasak masing-masing.
Dari semua wilayah di Tiongkok itu, Provinsi Guangdong atau dikenal juga sebagai Kanton ialah provinsi yang memiliki jenis makanan paling variatif. Itu lantaran orang Kanton dikenal sebagai pemakan segala. Baik jeroan, ceker ayam, keong, maupun ular tidak luput dari daftar masakan mereka. Dulu saat awal pergerakan imigran Tiongkok, kebanyakan imigran berasal dari Guangdong. Jadi, tidak mengherankan jika masakan Tiongkok umumnya merujuk pada masakan Kanton.
Begitu pula dim sum yang sangat digemari orang di berbagai negara termasuk Indonesia. Makanan itu juga termasuk masakan Kanton. Berawal ribuan tahun silam saat orang-orang bepergian melalui jalur sutra dan melintasi Tiongkok, mereka kerap memerlukan tempat untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanannya.
Seiring waktu, warung-warung teh bermunculan di sepanjang jalur tersebut. Mereka menawarkan kudapan pendamping minum teh yang kini kita kenal dengan sebutan dim sum. Dalam bahasa asalnya, dim sum berarti 'menyentuh hati'. Jadi, tradisi memakan dim sum biasanya dilakukan saat minum teh (yum cha).
Rasa yang teruji membuat dim sum digemari. Sayang, karena banyak menu klasiknya berbahan dasar babi, pecinta kuliner yang muslim harus hati-hati saat memilih penganan tersebut. Hal yang sama juga berlaku saat ingin menyantap menu oriental dari Tiongkok karena banyak menggunakan bahan makanan nonhalal.
Nah, beruntung ada restoran khas Tiongkok yang menawarkan menu khas mereka dan dengan jaminan halal. Salah satunya 48 Dimsum Place yang beralamat di Jl RP Soeroso, Jakarta. Pada Ramadan kali ini, banyak pelanggan yang memilih ke sana untuk mengadakan buka puasa bersama.
Berbeda dengan cabangnya yang berada di Pantai Indah Kapuk, semua menu di 48 Dimsum Place di Jalan Soeroso tersebut halal. Menu dim sum yang sebenarnya menggunakan daging babi diganti dengan ayam. "Tapi rasanya benar-benar sama dengan aslinya," jamin Yenti Felicia General Manager restoran tersebut.
Saat ini, ada lebih dari 30 jenis dim sum dalam daftar menu mereka. Tak kurang dari 500 porsi dim sum terjual setiap harinya. Dua di antara yang paling favorit ialah tim siew mai ayam dan udang serta bakpao cha siew ayam panggang.
Berbeda dengan siew mai yang rasanya gurih, bakpao cha siew ayam panggang berisikan daging ayam lembut dengan bumbu yang agak manis. Kulit luarnya garing dipanggang dengan rasa manis yang tidak berlebihan.
Meski kata dim sum disematkan pada nama restoran, bukan berarti hanya kudapÂan itu yang dijajakan di restoran tersebut. Ada banyak juga menu khas Tiongkok lain. Kalau Anda memang sengaja datang untuk mengudap dim sum, pastikan untuk datang tidak terlalu sore.
Sebagaimana di negara asalnya, dim sum hanya dijual hingga sore. Saat waktu menginjak pukul 16.30 WIB, pemesanan dim sum akan ditutup. Bila sudah begitu, restoran yang buka pukul 11.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB itu hanya menyediakan menu masakan berat dan penutup. Ringan di lidah Saat menyusuri daftar menu utama restoran yang memiliki desain interior ornamen berbentuk keranjang dim sum itu, Anda harus bersiap menelan ludah. Pasalnya, semua terlihat enak dan tentu saja jaminan halal menjadi bonusnya.
Baby duck merupakan pilihan kami yang pertama. Kilap dari kulit bebek yang cokelat kemerahan sangat menggiurkan. Karena masih kecil, daging bebek tersebut lembut dan tidak alot selayaknya menu bebek biasanya. Menu itu disajikan dengan saus plum yang manis dan bubuk bumbu khusus. Tentu saja bisa juga memadukan daging bebek itu dengan saus khas 48 Dimsum Place yang mereka buat sendiri, rasanya unik dan enak.
Lalu jangan takut mencicipi ayam tumis cabai merah dan hijau. Meski berlimpah taburan potongan cabai merah dan hijau, rasanya tidak terlalu pedas. Aroma cabai yang kuat justru membuat nafsu makan terus meningkat.
Bahkan, bagi Anda yang tidak terlalu suka makan sayuran, cobalah pesan lobak kao tumis dengan saus XO. Meski lobak disajikan dalam bentuk potongan dadu berukuran besar, rasanya tidak terlalu kuat dan tidak seperti sedang memakan jenis sayuran tersebut. Masakan tersebut dibumbui dengan campuran ebi, saus kecap, cabai, dan lainnya.
Menu ikan kerapu spesial ala 48 Dimsum juga layak dicoba, daging kerapu yang dikukus terasa sangat lembut di mulut. Setelah proses pengukusan selesai, barulah ikan dibumbui saus gurih khusus.
Belum lengkap rasanya bila tidak menutup hidangan kami dengan manis, snow ice green tea pun menjadi pilihan. Tekstur snow ice berbeda dari es krim. Hal itu disebabkan penggunaan susu rendah lemak dalam pembuatannya.
Snow ice cenderung cepat mencair. Namun, kondisi cair pun tidak mengurangi kenikmatannya. Rasa teh hijau yang sederhana menjadi istimewa dengan paduan kacang merah. Tambahan mochi plain tanpa rasa memberikan tekstur kenyal dan tantangan dalam memakan snow ice rasa teh hijau itu. Betul-betul cara sempurna untuk menutup santapan. (M-5)