DI puncak air yang mengalir deras itu ia merebahkan diri, beralas papan dengan ukuran panjang sekitar 1 meter. Dalam sekejap kemudian, ia meluncur turun, terombang-ambing berusaha menyeimbangkan diri.
Meski tidak jarang terjungkal hingga tergulung sampai ujung seluncur, tidak ada raut kapok. Dengan wajah cerah, ia kembali ke puncak dan menantang ombak.
Itulah pemandangan di wahana The Wave di Pondok Indah Waterpark, Jakarta, Rabu (8/7). Orang dewasa dan anak-anak mengantre untuk merasakan sensasi olahraga flowrider itu.
Memang bukan ombak sungguhan yang disuguhkan, melainkan seluncuran dengan air yang mengalir deras. Mirip dengan seluncuran yang ada di banyak waterboom, tetapi lebih lebar dan merupakan seluncuran angin sehingga tubuh tidak sakit saat terjatuh.
Walaupun bukan ombak sungguhan, sensasinya dan tantangannya tidak kalah jika dibandingkan dengan saat berselancar di laut, khususnya bagi mereka yang bukan pehobi surfing.
Itu pula yang Media Indonesia rasakan saat naik ke atas papan. Adrenalin meningkat begitu tubuh meluncur, apalagi sepenuhnya kemudi berada pada diri sendiri. Meluncur dengan badan telungkup menggunakan body board ataupun dengan posisi berdiri di atas standing board sama-sama butuh usaha ekstra.The Wave menyediakan beberapa instruktur yang siap membimbing bahkan tandem berseluncur.
Satu kali permainan memiliki durasi 25 menit. Jika sudah habis, instruktur akan meniup peluit. Namun, banyak di antara pengunjung yang tak mau pergi dan ingin terus bermain. Berusaha menari di atas air memang cepat membuat ketagihan meskipun itu bukan ombak sungguhan.
Tiga olahraga menjadi satu "Kalau selancar itu mengikuti ombak, sedangkan flowrider itu melawan ombak," ujar Aip Rachman Azis, Kepala Operasional Pondok Indah Waterpark, soal keunikan flowrider.
Aip menjelaskan kala berseluncur dengan standing board, 90% berat badan harus berada di bagian belakang. Agar cepat beradaptasi, para peselancar dapat membayangkan membuat garis tengah melintang pada papan. Posisi kaki kemudian ditempatkan cukup mundur di belakang garis.
Pemula juga dapat memegang tali tambang yang terhubung dengan instruktur. Jika merasa sudah seimbang, perlahan kaki instruktur akan melepas papan seluncur yang sedari tadi ia tahan. Maka barulah kita merasakan terombang-ambing mengatur keseimbangan sendiri. Meski begitu, kita tetap terbantu karena tetap memegang tali sebagai arahan.
Tidak hanya itu, bagi pemula, permulaan berselancar dapat dilakukan dari tengah seluncur. Ini dilakukan untuk membuat adaptasi lingkungan lebih mudah.
"Jangan lihat air karena bagi pemula itu membuat panik dan keseimbangan akan hilang. Lihat instruktur saja, nah nanti kalau sudah mulai mahir ada trik lagi untuk mempertahankan keseimbangan, dengan sedikit merunduk dan memegang air," imbuh Aip.
Ia melanjutkan olahraga flowrider sebenarnya merupakan gabungan dari tiga olahraga sekaligus, yaitu skateboard, surfing, dan snowboard. Kekuatan tangan dan kaki sangat diperlukan. Karena itu, pemanasan untuk kedua anggota tubuh itu pun dianjurkan.
Untuk menjajal olahraga tersebut, pengunjung minimal harus memiliki tinggi badan 130 cm. Namun, kita tidak dapat langsung menjajal standing board. Untuk dapat menjajal standing board, pihak manajemen akan kesiapan dari pengunjung.
Jika sudah mahir menyeimbangkan diri, selanjutnya Anda dapat menjajal berbagai trik dengan standing board. Eko, salah satu instruktur, hari itu mencontohkan gerakan ollie. Gerakan itu dilakukan dengan melompat tetapi tetap menjaga papan agar tidak terlepas dari genggaman kaki.
"Berasa lebih fleksibel dan ringan sih karena sudah terlatih keseimbangannya. Bermain selama 25 menit tanpa henti sudah banyak membuang kalori, tetapi saya tidak tahu berapa persisnya jumlah kalori yang terbuang," tukas Otias, instruktur lainnya.
Aip pun menyarankan para pengunjung agar menggunakan pakaian tertutup dan melekat pada tubuh untuk kenyamanan. Wahana The Wave buka mulai senin hingga Minggu. Pengunjung yang ingin menjajal pertama harus membayar biaya masuk Pondok Indah Waterpark, yakni Rp100 ribu untuk hari kerja dan Rp150 ribu pada hari libur. Kemudian biaya untuk wahana sebesar Rp55 ribu baik untuk hari biasa, akhir pekan, ataupun libur. (M-3)