Moeldoko Diminta Mundur Dari Bursa Ketum Iluni

02/7/2016 16:11
Moeldoko Diminta Mundur Dari Bursa Ketum Iluni
(ANTARA/SIGID KURNIAWAN)

PERSAINGAN bursa calon Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) 2016-2019 memanas. Bahkan, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko bahkan sampai diminta mundur dari pencalonan.

Hal itu terkuak dalam surat tertanggal 17 Juni 2016 yang beredar. Dalam surat itu Moeldoko diminta tidak maju dalam bursa pencalonan nanti.

Surat itu ditandatangani beberapa orang seperti Achmad Soehawi, Rambun Sumardi, Guntur Subagja, Marlon Kansil, Ade Salman, Yuni R Intarti, Rahmiwati Marsino dan Rahmiati. Awalnya, mereka mendukung total pria asal Kediri itu maju dalam bursa Ketum Iluni.

"Salah satu pertimbangan kami meminta Bapak mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Umum Iluni 2016-2019 karena kami melihat Iluni UI membutuhkan figur pemersatu yang dapat menyatukan potensi-potensi alumni UI menjadi sebuah kekuatan besar yang dapat memberikan kontribusi bagi Universitas Indonesia, masyarakat, dan negara,” demikian bunyi penggalan surat itu.

Jenderal yang dikenal berwibawa namun ramah itu pun sudah melewati beberapa proses pencalonan. Pria yang membangun Masjid Moeldoko di Jombang, Jawa Timur tersebut juga sudah disahkan menjadi calon ketua umum.

Namun, dalam perjalanannya, mereka melihat ada situasi yang tidak kondusif, kurang sehat, dan destruktif. Selain itu, ada proses hukum yang diajukan oleh beberapa alumni terhadap Ketua Umum dan kepengurusan Iluni UI periode saat ini yang akan berimplikasi terhadap proses pelaksanaan Pemilihan Raya Iluni UI periode 2016-2019.

"Maka kami atas nama pendukung DR Moeldoko, kandidat Ketum Iluni Nomor Urut 4, memohon Bapak dengan legowo dan berbesar hati untuk berkenan mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan dalam proses pencalonan Ketua Umum Iluni UI Periode 2016-2019,” tambah bunyi surat itu.

Mereka percaya, dengan kemampuan yang dimilikinya, Moeldoko bisa tetap berkontribusi memberikan gagasan, pikiran dan tenaga untuk Iluni. Selain itu, kapabilitas Moeldoko juga dianggap dibutuhkan untuk level yang lebih besar. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya