Kemenpar Bikin Terobosan Pariwisata Goes to Campus

02/7/2016 02:57
Kemenpar Bikin Terobosan Pariwisata Goes to Campus
(MI/PANCA SYURKANI)

PARIWISATA saat ini menjadi leading sector perekonomian nasional. Berbagai terobosan dilakukan Kementerian Pariwisata di bawah komando Menpar Arief Yahya untuk menjadikan pariwisata sebagai primadona di Tanah Air. Terbukti, dua tahun terakhir ini, pertumbuhan pariwisata di Indonesia meningkat sangat pesat.

Salah satu terobosan yang dilakukan Kemenpar ialah mendekatkan dunia pariwisata ke kalangan kampus. Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar, Ahman Sya, mengatakan, pihaknya akan mengandeng mahasiswa untuk berpartisipasi dalam dunia pariwisata dengan membuat program Pariwisata Goes to Campus ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

"Mahasiswa bisa dijadikan sebagai kader perubahan atau agent of change terutama di pariwisata. Dampaknya akan sangat terasa di masyarakat," kata Ahman Sya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Program Pariwisata Goes To Campus akan membidik universitas-universitas terbesar di 10 destinasi prioritas. Antara lain Danau Toba, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, dan Mandalika.

"Kampus itu tempatnya para pemikir dan kaum intelektual muda yang punya semangat tinggi untuk membuat perubahan. Yang namanya mahasiswa, jika ia bergerak akan mempercepat proses perubahan termasuk pergerakan dan sosialisasi mengenai pariwisata. Jadi, apabila pariwisata melibatkan mahasiswa, akan mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi dari masyarakat dalam dan luar negeri," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/7).

Setelah membangun kader di 10 destinasi prioritas, lanjut Ahman, akan dilanjutkan ke luar daerah-daerah tersebut. "Namun tetap akan kita utamakan universitas terbesar dulu. Kalau pun kampus-kampus umum, tapi yang punya pengaruh luar biasa," ujarnya.

Ahman Sya menambahkan, kalangan kampus dan mahasiswa merupakan salah satu unsur dalam pentahelix (academy, business, government, community, media). Karena itu, pembangunan pariwisata dengan melibatkan kampus atau mahasiswa akan menjadi sebuah gerakan yang efektif.

"Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa berbagai perubahan mendasar selalu melibatkan kalangan kampus dan mahasiswa sejak 1908, 1928, 1945, 1966, 1975, dan 1998," kata Ahman Sya.

Adapun untuk mempersiapkan program 'Pariwisata Goes To Campus' itu, ia mengungkapkan, ada beberapa agenda yang akan dilakukan. Antara lain seminar kepariwisataan, focus group discussion (FGD), pelatihan kader intelektual pariwisata sebagai agen perubahan, pembangunan jaringan digital kader pariwisata antarkampus, dan kongres pariwisata nasional. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya