PENGHUJUNG Ramadan hampir tiba. Jutaan umat Islam akan merayakan Idul Fitri.
Seperti biasanya, masyarakat mulai bersiap-siap mudik untuk merayakannya bersama keluarga di daerah asal masing-masing.
Bagi yang mudik, Anda harus mempersiapkan kendaraan yang akan dipakai dan rute yang akan dilalui.
Dengan kemajuan teknologi, pemudik dimanjakan dengan semua informasi yang dibutuhkan selama perjalanan, seperti peta digital, GPS, dan informasi lainnya.
Salah satu aplikasi yang patut dicoba ialah Peta Mudik Metro TV.
Aplikasi berukuran 10,42 MB yang bisa diunduh gratis di Google Play itu memiliki delapan fitur.
Fitur-fitur itu meliputi Rute Mudik, Peta Interaktif, Info Terkini, Cari Tempat, Berbagi Info, Rombongan, Kejutan Mudik, dan Nomor Penting.
Namun, sebelum menikmati fitur-fitur tersebut, Anda harus membuat akun untuk log in.
Anda bisa masuk menggunakan akun Facebook atau nomor ponsel.
Fitur Rute Mudik menunjukkan peta di Pulau Jawa dan Sumatra guna mencari rute mudik dengan lebih mudah.
Tidak hanya itu, fitur tersebut menyediakan jalur alternatif sebagai navigasi pemudik.
Selain jalur alternatif, dengan peta interaktif pemudik bisa mendapatkan informasi seperti informasi jalur mudik, banjir, longsor, jembatan, serta pantauan CCTV guna mengetahui kondisi lalu lintas terkini di berbagai daerah.
Bila Anda ingin berbagi informasi dengan pemudik lainnya, bisa dilakukan dengan fitur Info Terkini.
Fitur itu menampilkan berbagai berita dari berbagai media sosial atau Anda pun bisa mengunggah informasi tersebut dengan foto dan lokasi peta.
Selain itu, aplikasi tersebut dilengkapi fitur Cari Tempat guna pencarian lokasi dan fasilitas penunjang mudik lain.
Anda bisa mencari lokasi SPBU, ATM, masjid, minimarket, bengkel, posko mudik, rumah makan, sampai objek wisata.
Fitur itu juga terintegrasi dengan Google Maps sehingga bisa memandu ke lokasi yang dimaksud.
Di samping itu, aplikasi tersebut dilengkapi nomor penting seperti nomor polisi, ambulans, SAR, pemadam kebakaran, dan nomor darurat lainnya.
"Aplikasi Peta Mudik Metro TV ini bekerja sama dengan Kakorlantas Polri. Metro TV sebagai TV berita setiap tahunnya memang menginfokan pemirsanya tentang jalur mudik yang akan dilalui para pemudik, baik itu kondisi jalannya yang bagus, jelek, maupun fasilitas pendukung lainnya. Intinya mempermudah para pemudik. Selain melalui aplikasi ini, Metro TV juga membantu memperbarui informasi mudik melalui siaran TV," jelas Public Relation and Publicity Manager of Metro TV Henny Puspitasari kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7).
NTMC Aplikasi lainnya ialah besutan dari Ibolz, yaitu National Traffic Management Center (NTMC) TV.
Aplikasi itu menyediakan pantauan CCTV langsung lalu lintas di kawasan ponsel pintar penggunanya.
Aplikasi berukuran 12,72 MB tersebut dapat diunduh secara gratis di Google Play.
Penggunaannya cukup praktis dan mudah.
Cukup memilih ikon layar jika ingin melihat pantauan CCTV Live.
Pantauan CCTV Live disediakan di beberapa titik lalu lintas di delapan daerah, yaitu Metro Area, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Sumatra Selatan, dan Entikong.
Ada pula fitur Jalur Spesial yang isinya pantauan arus lalu lintas di tiga jalur mudik di Pulau Jawa, yaitu jalur mudik pantura, jalur mudik tengah, dan jalur mudik selatan.
Fitur lainnya ialah Peta Mudik, Polri, dan Ibolz yang berisikan video-video terkait dengan Polri dan hiburan.
Jika Anda berniat menggunakan aplikasi tersebut, ada baiknya ponsel pintar Anda didukung sinyal internet yang baik dan kuat agar proses streaming CCTV berjalan lancar dan cepat.
Tidak ketinggalan aplikasi Google Maps turut meramaikan kegiatan mudik Anda.
Sejumlah fitur telah ditambahkan dengan informasi lalu lintas secara langsung di 19 kota.
Kota-kota itu ialah Surabaya, Medan, Semarang, Palembang, Makassar, Batam, Pekanbaru, Bogor, Bandar Lampung, Padang, Denpasar, Malang, Samarinda, Tasikmalaya, Yogyakarta, Surakarta, Banda Aceh, Pekanbaru, dan Jambi.
Dengan tambahan tersebut, informasi kemacetan secara langsung bisa diakses di Google Maps di ponsel dan desktop resmi menjadi 23 kota di seluruh Indonesia.
Anda cukup mengaktifkan layer Traffic di Google Maps, sejumlah rute dengan warna-warna berbeda akan tampak.
Warna itu menandakan perbedaan kecepatan yang disebabkan kemacetan.
Hijau berarti lancar, oranye menandakan kemacetan ringan, dan merah berarti kemacetan padat.
Selain itu, informasi kecelakaan, perbaikan jalan, dan penutupan jalan didapatkan secara langsung. Jika terjadi insiden, Google Maps akan memberikan rute alternatif sehingga Anda terhindar dari kemacetan.
"Tujuan kami ialah terus membuat Google Maps menjadi perangkat yang komprehensif dan mudah digunakan bagi pengguna di Indonesia. Kami berharap informasi kemacetan real time di 19 kota ini akan membantu pengendara di kota-kota seluruh Indonesia menemukan rute tercepat ke tujuan mereka," ungkap Director Program Management Google Suren Ruhela dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Rabu (1/7).
Peluncuran informasi kemacetan hari ini di 19 kota merupakan bagian dari inisiatif Google untuk membuat Google Maps lebih berguna bagi pengguna di Indonesia.
Tahun lalu, Google memperkenalkan fitur gambar Street View untuk Jakarta, Bogor, Denpasar, Surabaya, dan Taman Nasional Komodo.