Izin Praktik akan Dicabut Jika Sengaja Pakai Vaksin Palsu

Budi Ernanto
30/6/2016 00:00
Izin Praktik akan Dicabut Jika Sengaja Pakai Vaksin Palsu
()

MENTERI Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan siapapun tenaga medis yang dengan sengaja menggunakan vaksin palsu, izinnya akan dicabut. Hal itu ia lontarkan setelah melakukan pemeriksaan di sebuah bidan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (30/6).

Di tempat praktik bidan itu diketahui ada sejumlah pasien yang diberikan vaksin palsu. Menkes yang datang bersama Kepala Badan Reserse Kriminal Umum Polri Komisaris Jenderal Ari Dono pun menanyakan langsung ke sang bidan yang berinisial M bagaimana dan sejak kapan dirinya memperoleh vaksin palsu.

Menurut Nila, memberikan vaksin palsu kepada pasien merupakan tindakan kriminal. "Setelah saya tanya ke beberapa ibu yang anaknya divaksin, ada yang mengaku efeknya jadi muntah-muntah" katanya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Nila mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Bareskrim mengenai peredaran vaksin palsu. Setelahnya akan didata siapa saja yang diberikan vaksin palsu dan akan dijadwal imunisasi ulang.

Sementara itu, Direktur Reserse Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Agung Setya mengungkapkan karena M mendapat vaksin tidak dari distributor yang legal, dia ditetapkan sebagai tersangka. Dengan demikian kini jumlah tersangka sudah mencapai 17 orang.

Dari keterangan M, dirinya mengaku sudah mendapatkan vaksin palsu sejak 2014. Dia menyuntikkan vaksin kepada pasien dengan menarik bayaran sebesar Rp325 ribu.

"Dia (M) bilang ke pasien, kalau tidak mau demam, pakai vaksin impor yang padahal palsu itu," kata Nilla.

Sejumlah ibu yang anaknya telah diimunisasi di tempat M menyatakan kaget bahwa vaksin yang disuntikkan rupanya palsu. Mereka datang ke tempat M setelah dihubungi oleh kepolisian untuk didata agar anaknya dijadwal untuk diimunisasi kembali.

Salah satu ibu bernama Rahma mengatakan anaknya muntah-muntah setelah disuntik vaksin pada Maret kemarin. "Anak saya sudah tiga kali disuntik sejak Januari. Saat yang kedua saja sih yang muntah-muntah," kata Rahma yang menambahkan pilihan ke imunisasi di bidan adalah karena perintah suaminya.

Ibu lainnya, Dewi, mengatakan anaknya sudah enam kali diimunisasi di tempat M. Setelah divaksin, anaknya pasti selalu muntah-muntah. Dewi mengira itu dikarenakan faktor susu yang diminum anaknya yang masih berusia enam bulan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya