Dengan Tenaga Surya, Borschberg dan Solar Impulse 2 Pecahkan Rekor Terbang
AFP/Zuq/L-2
11/7/2015 00:00
()
PESAWAT Solar Impulse 2 menyelesaikan perjalanan bersejarahnya mengelilingi bumi tanpa setetes pun mengonsumsi bahan bakar.
Pesawat bertenaga surya itu melintasi Samudra Pasifik sejak Minggu (29/6) dari Nagoya, Jepang, menempuh jarak sejauh 7.200 km hingga akhirnya mendarat di Hawaii pada Jumat (3/7).
Sejarah juga ditorehkan pilotnya.
Andre Borschberg yang mencetak rekor dunia baru terbang sendirian melintasi Samudra Pasifik dengan pesawat Solar Impulse 2 selama empat hari 22 jam atau 118 jam.
Rekor penerbangan solo terlama sebelumnya dipegang Steve Fosset pada 2006 dengan catatan waktu 76 jam 45 menit.
Dikemudikan Borschberg, 62, Solar Impulse 2 mendarat dengan selamat di Bandar Udara Kalaeloa, Honolulu.
"Baru saja mendarat di #Hawaii dengan @solarimpulse! Mimpi yang jadi kenyataan," kicau Borschberg dalam akun Twitter-nya.
Solar Impulse 2 memulai petualangan keliling dunia dengan lepas landas dari Bandar Udara Al Bateen, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Ia bergantian dengan Bertrand Piccard untuk mengemudikan pesawat.
Secara keseluruhan, perjalanan keliling dunia Solar Impulse 2 dibagi menjadi 12 etape dengan kecepatan 30-60 mil per jam.
Kokpit menjadi semacam rumah tinggal bagi sang pilot dengan waktu untuk rebah beberapa menit sehari.
Ketika pilot tidur selama 20 menit, pesawat menggunakan fasilitas pilot otomatis.
Solar Impulse 2 melalui etape Nanjing, Tiongkok-Nagoya, Jepang-Oahu, AS.
Lepas landas dari Nanjing, pada 31 Mei 2015, Solar Impulse 2 dijadwalkan tiba di Hawaii dalam enam hari.
Namun, akibat gangguan dinding awan di atas Samudra Pasifik, Borschberg terpaksa menghentikan penerbangan sehari kemudian dengan mendarat di Nagoya, 1 Juni 2015.
Kru Bandara Nagoya dibuat repot karena pesawat itu tidak dijadwalkan mendarat di sana.
Solar Impulse 2 mulai terbang lagi dari Nagoya menuju Hawaii, Senin (29/6).
"Dapat Anda bayangkan pesawat dengan tenaga surya tanpa bahan bakar fosil sekarang bisa terbang lebih lama daripada pesawat jet," kicau Piccard pada akun Twitter-nya.
"Pesannya jelas, teknologi bersih tanpa bahan bakar fosil sangat mungkin dicapai," ujarnya.
Pesawat bertenaga surya itu terbang dari Hawaii menuju Phoenix, Arizona, AS.
Solar Impulse 2 memiliki 17 ribu sel surya di seluruh permukaan sayap dan baterai litium-ion untuk penerbangan waktu malam.
Bentang sayapnya 72 meter, lebih panjang dari sayap pesawat jumbo jet, dan berbobot 2,3 ton atau lebih kurang sama dengan berat mobil.
Pada 2010, Borschberg ikut mengawasi pembuatan pesawat Solar Impulse 1. Pada tahun yang sama pesawat itu untuk pertama kalinya terbang selama 26 jam dengan hanya menggunakan tenaga surya.