Jangan Ikuti Perintah Setan

Quraish Shihab
11/7/2015 00:00
Jangan Ikuti Perintah Setan
(MI/SENO)
PADA edisi ini, Tafsir Al-Mishbah membahas kandungan Surat An-Nur ayat 19- 26.

Ayat-ayat itu menjelaskan akibat orang yang suka menyebarkan berita dusta dan peringatan agar kita tidak mengikuti setan.

Dimulai pada ayat 19,

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Lalu dilanjutkan pada ayat 20, "Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). Sungguh, Allah maha penyantun, maha penyayang."

Ayat itu menjelaskan bahwa menyebarkan berita-berita bohong termasuk perbuatan yang sangat keji.

Dan kalau bukan karena Allah yang berbaik hati, orang-orang penyebar berita bohong itu akan mendapatkan azab yang besar.

Lalu pada ayat 21, "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha mendengar, maha mengetahui."

Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman agar tidak mengikuti langkah-langkah setan.

Mereka yang mengikuti langkah-langkah setan disebut telah melakukan perbuatan keji.

Selanjutnya pada ayat 22, "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat (nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah maha pengampun, maha penyayang."

Maksud dari ayat 22 itu ialah orang-orang berkecukupan harus membagi sebagian rezeki kepada orang-orang miskin atau orang-orang yang berjihad di jalan Allah.

Pada ayat 23, "Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar."

Dilanjutkan pada ayat 24-25, "Pada hari, (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Pada hari itu, Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka, dan mereka tahu bahwa Allah maha benar, maha menjelaskan."

Makna kedua ayat-ayat itu, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik melakukan zina, pada hari kiamat nanti anggota-anggota tubuh mereka, yaitu lidah, tangan, dan kaki akan menjadi saksi atas perbuatan mereka di dunia dan Allah akan memberikan azab-Nya.

Lalu pada ayat 26, "Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dari rezeki yang mulia (surga)."

Jadi, Allah telah memasangkan perempuan yang baik dengan laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya. (*/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya