Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MINIMNYA upaya-upaya pengurangan risiko bencana dinilai sebagai penyebab besarnya kerugian dan kerusakan ekonomi akibat bencana. Pengurangan risiko bencana harus menjadi investasi dalam pembangunan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dampak bencana cukup besar dibandingkan dengan sumbangan ekonomi akibat pemanfaatan ruang dan lahan di daerah-daerah rawan bencana tersebut.
Menurutnya, kawasan yang terpetakan rawan bencana saat ini sudah berkembang menjadi permukiman sehingga sangat rentan terjadi bencana. Seperti ketika terjadi hujan berintensitas tinggi.
"Pengurangan risiko bencana seperti mitigasi, kesiapsiagaan, peringatan dini, sosialisasi, budaya sadar bencana, geladi, dan lainnya masih sangat minim," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (29/6)
Pengurangan risiko bencana itu belum menjadi pengarusutamaan pembangunan. Sutopo mengatakan, setiap terjadi bencana sering kali menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar.
"Pengurangan risiko bencana harus menjadi investasi dalam pembangunan. Artinya, proses pembangunan di sektor apa pun harusnya mengkaitkan pengurangan risiko sebagai bagian dari tujuan pembangunan tersebut, khususnya untuk melindungi masyarakat," papar Sutopo.
Menurut Sutopo, bencana selalu memengaruhi pembangunan. Bahkan, bencana juga dapat menimbulkan korban jiwa, kehilangan harta benda, memiskinkan masyarakat, memundurkan kesejahteraan, serta menyebabkan kerusakan dan kerugian.
"Hasil pembangunan masyarakat yang dengan susah payah dilakukan dapat seketika hilang dan menimbulkan kemiskinan masyarakat," kata Sutopo.
Dampak bencana seperti banjir dan longsor yang terjadi di Jawa Tengah dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sutopo Menuturkan, sejak terjadi banjir dan longsor beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah pada 18 Juni dan di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 20 dan 21 Juni hingga saat ini masih dilakukan penanganan darurat.
Kerugian dan kerusakan ekonomi akibat bencana banjir dan longsor di delapan kabupaten di Jawa Tengah yaitu di Purworejo, Banjarnegara, Kebumen, Banyumas, Sukoharjo, Kendal, dan Pekalongan sebesar Rp61,24 miliar. Sedangkan kerugian dan kerusakan akibat bencana di Kebupaten Kepulauan Sangihe sebesar Rp214,13 miliar.
Sutopo menambahkan, total korban jiwa dari bencana banjir dan longsor di Jawa Tengah dan Kepulauan Sangihe ini juga cukup besar yakni 64 orang tewas, 3 orang hilang, 26 orang luka-luka dan 2.687 orang mengungsi hingga saat ini. Selain itu, 3.192 unit rumah rusak.
"Total kerugian dan kerusakan akibat bencana sebesar Rp302,37 miliar. Nilai kerugian dan kerusakan akibat bencana ini adalah perhitungan berdasarkan nilai ekonomi. Dampak korban jiwa dan psikososial belum dihitung karena sulit mengkuantifikasi dari dampak non ekonomi," pungkas Sutopo. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved