Sekitar 1000 anak bangsa se-Jabodetabek mengikuti kegiatan Semesta Ramadan bertajuk 'Lestari Alamku, Hijau Negeriku' yang digelar Lembaga Kemanusiaan ESQ di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Jawa Barat. "Kegiatan Ini,merupakan salah satu bentuk kampanye lingkungan dalam menanamkan cinta lingkungan dan mengenalkan gerakan go green kepada anak-anak, khususnya anak binaan LK ESQ," kata General Manager LK ESQ, Thesiana Budisetianti, melalui rilisnya ,kepada pers,kemarin.
Pada acara tersebut,nampak anak anak asyik terlibat dalam berbagai aktivitas sebagai pengaplikasian kecintaan mereka terhadap lingkungan. Mereka antusias, ada yang menanam, melukis caping, mewarnai, melihat kebun buah dengan kereta keliling, persentasi kompos, dan penjelasan tentang 3R (reduce, recycle, reuse). Semua dilakukan dengan penuh suka cita dan kegembiraan.
"Ini momentum yang tepat menyosialisasikan cinta lingkungan kepada anak-anak sebagai generasi muda. Kami berharap Semesta Ramadan kali ini bisa memberikan pengalaman berharga pada mereka bahwa mencintai lingkungan menjadi kewajiban kita semua," kata wanita yang akrab dipanggil bunda Thesi tersebut. Ia menambahkan,lembaga yang dipimpinnya memang sedang fokus mengangkat isu lingkungan.
Hal ini nampak dari beberapa program yang dirancang,diantaranya Semesta Ramadan 2015 menjadi bagian dalam program cinta lingkungan tersebut. Berjalannya program dan emua kegiatan yang dilaksanakan LK ESQ berkat dukungan sejumlah pihak. Diantaranya dukungan dari seluruh alumni ESQ melalui Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ serta delapan perusahaan terkait.
Ketua Umum LK ESQ,Lea Irawan, menambahkan, program lain terkait lingkungan yang diusung LK ESQ adalah Ketahanan Pangan Mandiri atau pertanian vertikal dan Desa Emas. Pertanian vertikal yang menggunakan sistem aquaponik sangat membantu penghijauan, khususnya di perkotaan. Dengan sistem aquaponik kita bisa menanam di lahan sempit dan sangat praktis dalam pemeliharaan.
Pada program Ketahanan Pangan Mandiri ini LK ESQ mendorong masyarakat untuk mengelola dan menghasilkan berbagai kebutuhan pokok yang dibutuhkan, seperti sayuran dan ikan organik di lingkungan rumah. "Program ini bisa diterapkan di mana saja dan oleh siapa saja, semisal komunitas masyarakat, pesantren, panti asuhan, lingkungan RT atau keluarga," cetus Lea.
Adapun dalam Program Desa Emas, LK ESQ akan melakukan pembenahan di desa-desa di Indonesia dengan potensi yang dimiliki. Diharapkan desa-desa tersebut akan mandiri secara ekonomi dengan mengandalkan potensi desa yang dimiliki. Dua desa pertama yang akan digarap adalah Desa Cibuntu di Kuningan, Jawa Barat, dan Desa Jengklik di Magelang, Jawa Tengah.