Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Islam Indonesia berhasil meraih predikat tiga bintang dari lembaga akreditasi perguruan tinggi berbasis London, Inggris, QS Stars.
Dengan hasil tiga bintang itu, berarti kini Universitas Islam Indonesia berada pada posisi yang sama dengan Murdoch University (Australia), Edith Cowan University (Australia), Edinburgh Napier University (Inggris), Centro Universitario Ritter dos Reis (Brasil), dan lain sebagainya.
Wakil Rektor II Universitas Islam Indonesia (UII) Nur Feriyanto mengungkapkan meski berhasil meningkatkan perolehan bintangnya, namun mereka masih belum puas.
"Kami ingin bisa meraih posisi puncak, lima bintang," katanya.
Menurut dia, UII dalam waktu dekat akan berbenah agar pada penilaian berikutnya meraih empat bintang dan kemudian lima bintang.
"Masih ada yang harus diperbaiki dan ditingkatkan di antaranya bidang penelitian," katanya.
Penilaian yang dilakukan QS Stars meliputi kategori pengajaran (teaching), keterserapan di dunia kerja (employability), penelitian (research), internasionalisasi (internalization), fasilitas (facility), social responsibility, inclusiveness, dan engineering - Civil & Structure.
Ia menyebutkan untuk teaching mendapat penilaian empat bintang, sedangkan employability, facilities, social responsibility dan inclusiveness masing-masing lima bintang sementara research dan Engineering - Civil & Structural masing-masing satu bintang sehingga penilaian akhir UII mendapatkan tiga bintang.
Sedangkan Tim Penyusun Borang Akreditasi Institusi UII Hari Purnomo mengakui untuk riset memang masih harus ditingkatkan lagi.
"Terutama riset yang terkait dengan kerja sama luar negeri yang masuk dalam kategori 500 perguruan tinggi top dunia," katanya.
Lebih lanjut ia menegaskan untuk kalangan dosen muda riset sudah dapat berjalan dengan baik, namun untuk dosen-dosen senior masih perlu lebih digiatkan.
Padahal, ujarnya, dana riset di Universitas Islam Indonesia cukup tinggi. Tahun lalu, dana riset dari UII sendiri mencapai Rp8 miliar lebih dan tahun ini menjadi di atas Rp11 miliar.
"Belum yang termasuk dana riset eksternal," ujarnya.
Selain riset yang masih perlu ditingkatkan adalah penulisan di jurnal internasional yang juga masuk dalam penilaian QS Stars.
"Meski dana risetnya tinggi namun serapannya relatif rendah," tambah Wakil Rektor III UII Nur Jamil.
Menurut dia, serapannya masih sekitar 57% terutama terhadap dana riset internal UII. Hal itu berbeda dengan serapan dana riset eksternal.
Nur Jamil berjanji dana riset untuk mahasiswa pun akan ditingkatkan lagi sehingga kegitan penelitian akan semakin semarak. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved