MUDIK adalah aktivitas yang amat membutuhkan kesiapan kondisi fisik dan tentu saja mobil. Jangan melewatkan pengecekan komponen-komponen kecil yang mungkin sering kita anggap enteng.
Saat mudik, sering kali kendaraan akan dipaksa bekerja lebih berat dari jarak tempuh ke kampung halaman akibat kemacetan yang mengular. Mesin dapat menjadi sangat panas jika, misalnya, radiator bermasalah.
Karena itu, Ketua Panitia Bengkel dan Posko Suzuki Peduli Mudik 2015 Purnomo mengingatkan radiator menjadi salah satu komponen yang mesti dicek kondisinya. "Radiator ini kan tidak kelihatan. Sudah berkarat atau airnya sudah keruh, kita tidak tahu. Kita cuma bisa melihat dari indikator suhu," paparnya, Senin pekan ini, di Jakarta. Tak hanya itu, kondisi wiper dan airnya, lampu depan, lampu belakang, juga lampu sein harus dipastikan baik.
Rute yang panjang dengan berbagai jenis jalan juga menuntut kondisi kaki-kaki dan ban yang prima. "Cek kondisi kaki-kaki, lihat kondisi ban seperti alurnya, kembangannya, tekanannya," sambung Purnomo.
GM Divisi Servis PT KIA Mobil Indonesia Ari T Soeharto juga menyoroti 'tugas' berat ban. Menurut dia, perjalanan jauh, macet, di atas aspal yang terus-menerus terpapar sinar matahari, dapat amat 'menyiksa' ban. Pemudik, kata Ari, harus mengontrol kondisi ban dari berbagai sisi.
Penggantian ban wajib hukumnya jika ban sudah gundul, retak, atau menggembung. "Kalau menggembung di side wall, bahaya. Ban bisa meletup dan tidak bisa ditambal," papar Ari.
Tentu saja, kondisi mesin, oli, filter, busi, sampai pelat kopling pun tidak bisa luput dari pengamatan. Menurut Ari, di sinilah arti penting perawatan berkala itu terlihat. Kondisi mobil bakal relatif lebih terjamin jika hal itu dilakukan secara disiplin dan sedini mungkin.
Gantilah komponen-komponen itu jika memang sudah waktunya harus diganti. Untuk yang terkait urusan keselamatan seperti rem, kaki-kaki, dan komponen pendukung mesin, sebaiknya gunakan suku cadang asli. Lebih dianjurkan lagi jika penanganannya menggunakan jasa bengkel resmi.
Lalu, siapkan juga peralatan darurat untuk mengantisipasi kemungkinan masalah pada kendaraan, misalnya toolset standar, dongkrak, dan sebagainya. Bila perlu, bawalah kompresor mini yang banyak dijual di pasar swalayan dan toko perkakas untuk mengantisipasi jika ban bocor.
Satu hal penting lagi, Anda akan menghadapi berbagai karakter pengemudi dalam perjalanan, jadi bersiaplah. Sebagai pengemudi yang bijak, tentu Anda tidak akan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Kecuali memang Anda pengemudi amatiran yang masih butuh pengakuan.