Tetap Mengawal Mudik di Masa Suram

Insan Akbar Krisnamusi
09/7/2015 00:00
Tetap Mengawal Mudik di Masa Suram
(MI/ARYA MANGGALA)
JULI ini menjadi salah satu momen besar bagi para pabrikan untuk membuktikan keunggulan layanan purnajual mereka. Caranya dengan 'memagari' jalur mudik dengan bengkel dan posko siaga, juga menemani konsumen masing-masing selama menjalani tradisi mudik Lebaran.

Semua itu dilakukan di tengah merosotnya performa pasar roda empat Indonesia. Lihat saja, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil selama Januari-Mei 'hanya' berjumlah 443.181 unit. Angka itu turun cukup dalam, yakni 16,62%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 531.496 unit.

Dari informasi yang dikumpulkan Media Indonesia, baik Gaikindo maupun pabrikan pun mengakui penjualan tahun ini mungkin turun dari 1,2 juta unit pada 2014 menjadi 1 juta hingga 1,1 juta unit.

Meski begitu, berbagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) merasa program mudik Lebaran adalah sebuah keajekan. Alasan Suzuki menyusun program mudik Lebaran boleh jadi juga mewakili tujuan ATPM lain.

"Kami ingin membawa perasaan aman untuk pengemudi, penumpang, sampai untuk mobilnya," tukas Ketua Panitia Bengkel dan Posko Suzuki Peduli Mudik 2015, Purnomo, Senin pekan ini.

Tak hanya Suzuki, hampir semua merek mobil dari Jepang, Korea, dan negara-negara Eropa juga menginisiasi program serupa. Sebut saja Honda yang konsisten menggelar program Honda Emergency Service (Bengkel Siaga Honda) setiap musim mudik tiba.

Tahun ini Honda menambah lima Bengkel Siaga dari jumlah pada 2014 sehingga total mereka menyediakan 85 titik layanan di seluruh Indonesia. "Penambahan jaringan bengkel siaga ini menjadi bukti komitmen Honda menciptakan rasa aman selama berkendara ke kampung halaman bersama keluarga," ucap President Director PT Honda Prospect Motor Tomoki Uchida.

Lalu ada pula seperti Mazda yang tahun ini meluncurkan program mudik Mazda Checkup Point. "Rangkaian kegiatan Mazda Checkup Point adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami serta kesiapan kinerja tim layanan Mazda dalam mendukung terwujudnya perjalanan atau liburan yang aman dan menyenangkan bagi Zoom-Zoom Lovers," tukas Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia Keizo Okue dalam keterangan persnya.

Mendekat ke pelanggan
Sudah lama ritual mudik memang menjadi momentum favorit pabrikan untuk mendekatkan diri ke pelanggan mereka. Isuzu, misalnya, yang sejak belasan tahun lalu mengiklankan produk mereka Isuzu Panther sebagai sahabat para pemudik, sampai hari ini tetap melihat musim mudik Lebaran sebagai salah satu jembatan mereka medekat ke pelanggan.

"Isuzu sebagai salah satu produsen kendaraan favorit bagi para pemudik, sadar betul dan tidak lupa untuk berpartisipasi pada ritual pulang kampung ini. Kami berharap program ini dapat menjadikan acara pulang Anda menjadi aman dan nyaman," ujar President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohannes Nangoi.

Secara umum, semua ATPM menerapkan strategi yang hampir seragam dengan menyiapkan posko siaga, bengkel jaga, atau mengaktifkan bengkel resmi saat libur. Namun, ada juga seperti Suzuki yang mulai menyediakan layanan Halo Suzuki Mudik Assistance demi memberikan informasi seputar jalur mudik.

"Jika konsumen mendaftarkan nomor teleponnya, kami akan mengawal konsumen dari titik awal hingga tujuan sampai selamat," tambah Kepala Divisi Servis PT Suzuki Indomobil Sales Riecky Patrayudha.

Musim mudik tetaplah musim mudik yang selalu bergairah. Suramnya penjualan tahun ini bahkan tak sampai membuat pabrikan berpikir untuk melepas momentum itu demi mendekati dan melayani pelanggan. (S-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya