Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKU ini menceritakan perjalanan hidup Wardiman Djojonegoro. Dia merasa bersyukur dapat bekerja dengan tiga tokoh Indonesia yang membuat sejarah, di antaranya Ali Sadikin semasa menjabat Gubernur DKI, BJ Habibie ketika menjadi Menteri Riset dan Teknologi, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan di zaman Pak Harto sebagai Menteri Kabinet VI bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Pada buku ini terungkap sejumlah inside story terkait sejumlah nama dan peristiwa yang mewarnai buku ini. Misalnya, sudah diketahui umum bahwa Ali Sadikin dan Soeharto berpisah jalan dan berseteru secara politik. Namun, pada usia senja, suatu hari Pak Harto minta bertemu dengan Bang Ali (2007). Semula petugas keamanan di rumah Ali Sadikin menganggap itu hanya guyon. Ternyata permintaan itu benar adanya.
Buku berjudul Sepanjang Jalan Kenangan; Bekerja Dengan Tiga Tokoh Besar Bangsa ini ditulis Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro.
Buku setebal 630 halaman ini menampilkan berbagai kisah kehidupan Wardiman. Mulai masa kecil, ketika bersekolah di Jerman, yang ketika itu tinggal sekamar dengan Habibie, menjadi staf Ali Sadikin pada saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, membantu Habibie yang ketika itu menjabat Menteri Riset dan Teknologi, menangani proyek pengembangan teknologi dan penelitian energi, serta menangani kebijakan pendidikan pada saat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Link and match
Salah satu warisan dari penulis yang juga termaktub dalam buku ialah konsep pendidikan link and match atau keterkaitan dan kesepadanan. Konsep ini diterapkan saat penulis masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 19931998.
Konsep itu memuat pengembangan pelatihan dan pendidikan peserta didik harus disesuaikan dengan pembangunan negara dan kebutuhan industri.
Konsep pendidikan tersebut ditemukan penulis pada Mei 1993 atau sekitar tiga bulan setelah menjabat sebagai Mendikbud.
Dalam buku itu, link and match ialah adanya keterkaitan dan kesepadanan dengan kebutuhan dan permintaan (needs, demands).
Link berarti proses pendidikan yang selayaknya sesuai dengan kebutuhan pembangunan sehingga hasilnya pun cocok (match) dengan kebutuhan tersebut.
Kebijakan ini dikembangkan untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan tenaga profesional dan terampil, bukan hanya untuk melayani keperluan industri, melainkan juga bidang lain.
Masih saat penulis menjabat sebagai Mendikbud, ia juga sempat mengubah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) menjadi universitas. Bab 46 berjudul Memperluas IKIP Menjadi Universitas (hal 321). Pertimbangannya ialah ingin meningkatkan kualitas SDM.
Saat itu penulis beranggapan bahwa kualitas sumber daya manusia ditentukan pendidikan dan keterampilan, sedangkan pokok pendidikan guru dihasilkan IKIP. Oleh karena itu, penulis berpendapat agar IKIP digabungkan dengan cabang ilmu lain agar ada ‘darah baru’. Dengan demikian, formatnya pun berubah, dari institut yang hanya satu fakultas menjadi universitas dengan minimal lima fakultas.
Ide itu pun mendapat banyak tantangan, karena dianggap mengkredilkan IKIP dan menghentikan produksi guru. (Abdillah M Marzuqi/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved