Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAk 77 orang peserta dari lingkup pilar usaha Sinar Mas, aparat pemerintah mulai dari unsur kejaksaan, kepolisian, militer, kehakiman, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan para mahasiswa penerima beasiswa serta peserta fellowship Eka Tjipta Foundation (ETF) berkumpul di Hotel Mercure Surabaya, Jawa Timur, untuk mengikuti Seminar Manfaat Mediasi yang diselenggarakan Eka Tjipta Foundation, Kamis (23/6).
Managing Director Sinar Mas, G Sulistiyanto mengatakan, "Kita berkumpul di bulan Ramadan untuk bersilaturahim dan berjejaring, sembari memperbarui referensi dan wawasan seputar praktik mediasi."
Wakil Gubernur Jatim Saefullah Yusuf yang hadir dalam kegiatan tersebut mengemukakan pendapatnya tentang pentingnya mediasi. "Jika semua kasus hukum harus dibawa ke pengadilan, kapan selesainya? Solusinya adalah mediasi. Ini sangat sesuai dengan filosofi bangsa kita yaitu musyawarah mufakat. Tidak ada yang sakit hati, tidak ada yang kalah. Semua menang, win-win solution," jelas Gus Ipul, sapaan karibnya.
Ia pun mengingatkan, proses di pengadilan yang memakan waktu lama ditambah dengan terbatasnya jumlah hakim dan jaksa, tentu akan membuat proses peradilan lebih rumit.
Dalam pertemuan yang diadakan ETF dan Paguyuban Mediator Surabaya, mereka mendapatkan pembekalan dari Dr Susanti Adi Nugroho, Ketua Badan Mediasi Indonesia (BaMI) yang menyampaikan materi Manfaat Mediasi dalam Kerangka Access to Justice berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) 01 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Para peserta mendiskusikan pula kiat-kiat penting agar mediasi berjalan sukses yang dipandu oleh Mediator BaMI, Sutrisno SH MH, yang seorang mantan hakim karier.
Kegiatan ini merupakan yang ketiga setelah sebelumnya sempat singgah di Palembang dan Jambi, sebagai bagian dari roadshow yang diadakan ETF-BaMI dan selanjutnya bergulir di kota-kota lainnya, seperti Pekanbaru Riau, Medan Sumatra Utara, Pangkalpinang Bangka Belitung, Makasar Sulawesi Selatan, Pontianak Kalimantan Barat, Balikpapan Kalimantan Timur, Banjarmasin Kalimantan Selatan, Palangkaraya Kalimantan Tengah, dan Jakarta.
Pendidikan mediator sebelumnya pernah diselenggarakan oleh ETF. Pelatihan itu sudah menghasilkan 23 angkatan dengan jumlah mediator 919 orang.
ETF menilai mediasi merupakan salah satu solusi alternatif dalam penyelesaian kasus atau masalah, baik yang melibatkan individu maupun kelompok. Selain itu, mediasi juga salah satu solusi konflik hubungan industrial yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Dengan sifatnya yang cepat, ekonomis, dan fleksibel, para pihak yang berperkara tidak hanya menghemat waktu dan biaya - ketimbang melakukan penuntasan konflik melalui metode litigasi - tetapi juga mampu mengupas setiap permasalahan secara mendalam dengan tetap mengedepankan hubungan baik antara pihak yang saling berperkara.
"Pendidikan mediator ini selaras dengan fokus ETF yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan, kami berusaha memaksimalkan potensi mediator yang ada untuk membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi tanpa dipusingkan penanganan kasus-kasus yang terjadi di masyarakat yang bertele-tele," tutup Sulistiyanto. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved