Waspadai Nyeri yang tidak Biasa

08/7/2015 00:00
Waspadai Nyeri yang tidak Biasa
(THINKSTOCK)
Hampir setiap orang pernah merasa nyeri. Entah karena jatuh, terkilir, sakit gigi, atau sakit kepala. Namun, waspadalah jika mengalami nyeri yang tak biasa. Bisa jadi, itu tanda ada gangguan serius dalam tubuh.

Hal itu dikatakan dokter spesialis saraf dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jimmy FA Barus, dalam diskusi kesehatan Pfizer Press Circle, di Jakarta, Kamis (2/7).

"Nyeri merupakan suatu tanda peringatan bahwa ada gangguan atau penyakit dalam tubuh. Oleh sebab itu, dewasa ini, nyeri telah diperlakukan sebagai salah satu dari tanda vital penentu kondisi kesehatan seseorang bersamaan dengan tekanan darah, frekuensi nadi dan napas, serta suhu tubuh," ujar Jimmy dalam diskusi kesehatan itu.

Ia mencontohkan beberapa jenis nyeri yang perlu diwaspadai. Pertama, nyeri di perut yang hilang timbul. "Nyeri karena gangguan organ pencernaan sifatnya hilang timbul, terjadi karena gerakan usus yang ritmis. Rasa nyeri bisa datang tiba-tiba lalu menghilang," kata papar Jimmy.

Kedua, nyeri yang menyerang dada sisi kiri disertai sesak napas atau rasa seperti tertekan, kemudian menjalar ke lengan. "Nyeri seperti itu bisa merupakan gejala sakit jantung. Waspada bila Anda mengalaminya dan Anda punya riwayat merokok, darah tinggi, diabetes melitus, atau obesitas," terang Jimmy.

Ketiga, nyeri akibat gangguan ginjal. Nyeri itu biasanya muncul di area punggung bagian belakang. "Nyeri karena batu ginjal bisa terasa di punggung menjalar ke depan. Atau nyeri perut yang menjalar sampai lipatan paha bagian dalam. Bila mengalaminya, periksakan ke dokter. Bisa jadi ada masalah di organ dalam," imbuhnya.

Batasi obat
Menurut Jimmy, nyeri yang tidak biasa itu perlu diwaspadai dan dipastikan lewat pemeriksaan dokter. Kasus nyeri ringan bisa saja diatasi dengan obat-obatan pereda nyeri yang dijual di warung. Namun, penggunaan obat-obatan itu juga perlu dibatasi.

"Jika dalam waktu 1-2 hari tidak ada perubahan, sebaiknya konsultasi ke dokter. Jangan menambah dosis obat-obatan terus-menerus untuk menghindari efek yang tidak diinginkan," sarannya.

Jimmy menambahkan, kebiasaan menambah dosis obat harus dihentikan. Bisa jadi, efek redanya nyeri bukan karena obat tersebut, melainkan karena ketenangan yang didapat dari mengonsumsi obat itu. "Hati yang tenang memang bisa memberi efek meredakan nyeri. Namun, efek sam­ping kelebihan dosis obat bisa berbahaya."

Karena itu, lanjut Jimmy, memilih obat antinyeri sebaiknya dilakukan dengan berkonsultasi ke dokter. Dokter akan mengevaluasi sifat dan jenis nyeri yang dialami serta ada-tidaknya penyakit penyerta lain. Dengan demikian, pengobatan lebih tepat dan efektif.

"Obat penghilang sakit sebaiknya digunakan sesuai dengan rekomendasi dokter untuk menghindari penggunaan yang berlebihan. Kepatuhan pasien penting diperhatikan dalam medikasi nyeri untuk mencapai tujuan penanganan nyeri yang tepat guna menghindari overuse, underuse, ataupun misuse," pungkasnya. (*/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya