Menyongsong masuknya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015,seluruh anggota Himpunan Pengusaha Kahmi Jaya (HIPKA Jaya) diharapkan tetap menjalin kekompakan dalam menghadapi persaingan bisnis. 0Hal tersebut ditegaskan Ketua Hipka Jaya, Efri Jhonly pada acara berbuka puasa ersama anak yatim sebanyak 600 orang di kediamannya dibilangan Taman Tirta Golf BSD ,Tangerang Selatan,Banten,belum lama ini.
Melalui rilisnya kepada pers kemarin ia mengingatkan kebersamaan dan kekompakan amat penting dalam menghadapi persaingan bisnis yang sangat kuat dengan negara anggota Asean, karena Jakarta merupakan barometer ekonomi nasional. "Silahkan saja para pengusaha berlomba lomba untuk kebaikan, bukan berlomba untuk saling menjatuhkan,"cetus Jhonly.
Ia mengingatkan saat ini hampir semua para pengusaha terpaksa gulung tikar mengatakan mereka tidak dapat bersaing dengan harga produk China yang masuk ke Indonesia dengan harga yang sangat murah. Hemat dia, masa MEA atau AFTA (Asean Free Trade Area) 2015, para produsen di Indonesia sudah tidak mampu bersaing di pasar dalam negerinya sendiri menghadapi barang-barang impor dari China. Menurut dia, negara-negara China, Jepang, India, Thailand, Singapore, Malaysia, Vietnam telah melakukan serangan produksinya ke Indonesia jauh sebelum AFTA 2015.
Jhonly menambahkan, keguncangan ekonomi Indonesia secara umum akibat dari krisis kepemimpinan secara nasional, tidak adanya kepastian hukum yang jelas, sistem perekonomian dan pembangunan yang tidak terintegrasi, serta tidak bisa membaca situasi perkembangan ekonomi dunia. "Maka kita harus confident dan jangan hanya menjadi penonton di negeri sendiri,"tegasnya. Dijelaskan,salah satu program unggulan HIPKA Jaya saat ini sedang menggantikan bemo yang ada di Jakarta dengan menggunakan bahan berbahan bakar gas.