Tunjangan Profesi Guru Non PNS Triwulan Kedua Telah Cair
MI/Bay
07/7/2015 00:00
(Dok MI)
Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) guru NonPNS pada triwulan kedua di bulan April-Juni 2015 dipercepat. Semula pencairan TPG guru Non PNS dijadwalkan pada 9-14 Juli, tetapi sudah disalurkan pada 30 Juni lalu. Hal tersebut dikemukakan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata di Kemendikbud Jakarta,Selasa (7/7).
Menurut pria yang akrab disapa Pranata itu,ada dua mekanisme pencairan TPG bagi guru pendidikan dasar langsung masuk ke rekening guru, sedangkan untuk guru pendidikan menengah melalui bank penampung. “Keduanya sudah masuk ke rekening guru masing-masing, "cetusnya. Dikatakan bank penampung adalah bank yang diseleksi oleh pemerintah untuk menyalurkan TPG. Dia menyebutkan, bank tersebut adalah BRI, BNI, dan Bank Mandiri. Uang dari KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) langsung masuk ke bank penampung. Kemudian, dari bank penampung disalurkan ke rekening pribadi guru.
Adapun jika bank penampung sama dengan bank rekening pribadi guru maka akan langsung masuk, sedangkan jika bank-nya berbeda maka melalui mekanisme Real Time Gross Settlement ( RTGS) yang memerlukan waktu 1-2 hari. Ia menegaskan urusan pencairan TPG untuk pemerintah pusat sudah tuntas minggu lalu. "Silakan di cek kepada masing-masing guru NonPNS,"cetusnya.
Namun begitu,kata dia, jika ada guru NonPNS yang belum menerima TPG kemungkinan disebabkan beberapa hal. Pertama, karena rekening bank nya telah mati akibat saldo tabungan kurang dari Rp50ribu. Kedua, disebabkan karena proses transfer melalui sistem RTGS yang butuh waktu beberapa hari. Adapun jumlah guru NonPNS yang menerima TPG sebanyak 50.462 orang.
Sedangkan untuk penyaluran TPG guru PNS daerah (PNSD) disalurkan melalui pemerintah daerah. Jumlah guru PNSD yang mendapatkan TPG sebanyak 178.291 orang. Staf Ditjen Guru Purwadi menambahkan dengan pernyataan tersebut sekaligus membantah PGRI yang menyebutkan TPG triwulan kedua belum cair. Dalam kesempatan itu, Pranata menegaskan untuk tahun ini pihaknya akan meningkatkan mutu dan kompetensi guru dengan melibatkan asosiasi pendidikan dan lembaga pendidikan seperti Muhamadiyah ,NU dan lain lain.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri karena gerakan meningkatkan mutu guru merupakan tugas kita bersama,"ujarnya. Selain itu,pihaknya akan merekrut sekitar 40 ribu guru yang memunyai nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) yang bernilai 70-80 untuk menjadi instruktur dan akan melatih guru yang UKG nya dibawah poin 50 sekitar 400 ribu lebih guru.