BBTF 2016 Ajang Promosi Pariwisata Indonesia

Arnoldus Dhae
23/6/2016 15:42
BBTF 2016 Ajang Promosi Pariwisata Indonesia
(Istimewa)

MENTERI Pariwisata Arief Yahya membuka secara resmi event tahunan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2016 di Nusa Dua Bali, Kamis (23/6). Arief Yahya menyebut BBTF di Bali memiliki dampak bagi pariwisata di Indonesia.

Ia menegaskan, pemerintah akan mendukung sepenuhnya BBTF ini karena telah mendatang nilai transaksi yang besar bagi Indonesia. Menurutnya, salah satu event sejenis terbesar adalah International Berlin Travel and Fair (IBTF). Namun dari sisi tansaksinya, BBTF juga mampu menyamai transaski IBTF.

"Kalau di Berlin kita hanya menjadi partisipan kecil, sementara kalau di BBTF kita menjadi tuan rumah. Kalau mau pilih dua-duanya, maka saya akan pilih dua-duanya. Tetapi kalau boleh memilih salah satu, maka Indonesia akan lebih memilih BBTF. Pemerintah akan mendukung BBTF ketimbang IBTF," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam BBTF kali ini, 21 provinsi di Indonesia dilibatkan untuk diberi kesempatan menjual dan mempromosikan pariwisata wilayah mereka. Sementara total transaksi diprediksi bisa mencapai 520 juta dolar dengan 80 buyer asing dan 20 buyer asal Indonesia. Transaksi tersebut adalah transaksi B to B.

"Maka saya meminta kepada para Kadis Pariwisata di seluruh provinsi di Indonesia, kalau anda mau berpromosi, silakan berpromosi di Bali. Jangan membuang-buang uang promosi ke luar negeri. Di Bali adalah tempat berkumpulnya wisatawan dari berbagai negara di seluruh dunia. Ada 4 juta wisatawan mancanegara di Bali, ada 8 juta wisawan domestik yang ada di Bali. Untuk apa keluar negeri," ujarnya.

Sementara Chairman BBTF Ketut Ardana menjelaskan, jika BBTF kali ini terjadi peningkatan transaksi dan peningkatan jumlah peserta. Tahun lalu jumlah peserta baik buyers maupun sellers hanya 171 peserta.

Sementara tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 222 peserta baik dalam negeri maupun asing. Transaksi B to B juga terus meningkat. Jika tahun lalu hanya sekitar Rp4 triliun, maka tahun ini mencapai 520 juta dolar atau Rp6,88 triliun.

"Kita tidak takut dengan meningkatnya sellers asing yang datang ke BBTF kali ini, karena Indonesia dan Bali tetap saja sebagai best destination. Malahan sebaliknya, peningkatan sellers asing justeru ikut mempromosikan Indonesia dan Bali ke dunia internasional," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya