Kekuasaan Allah Beserta Nikmat-nikmat-Nya

*/H-2
07/7/2015 00:00
Kekuasaan Allah Beserta Nikmat-nikmat-Nya
(MI/SENO)
EPISODE Tafsir Al-Mishbah kali ini membahas kandungan Surah Al-Mukminun ayat 80-92 yang menjelaskan kekuasaan Allah beserta nikmat-nikmat-Nya kepada hamba-Nya.

Dimulai pada ayat 80, "Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian malam dan siang. Tidakkah kamu mengerti?"

Maksud ayat itu ialah ingin mengingatkan kepada manusia bahwa Allah SWT yang berkuasa menghidupkan dan mematikan manusia. Allah juga yang berkuasa mengganti siang dan malam.

Selanjutnya, ayat 81 dan 82 Surah Al-Mukminun menceritakan bagaimana orang-orang kafir yang tidak memercayai adanya kematian dan mereka akan dibangkitkan setelah mereka mati tersebut.

Kemudian pada ayat 83, "Sungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!"

Pada ayat 83 orang-orang kafir itu malah mengatakan kebangkitan manusia saat kiamat hanyalah dongeng yang diturunkan dari zaman nenek moyang mereka terdahulu.

Lalu pada ayat 84, "Katakanlah (Muhammad), 'Milik siapakah bumi, dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?'." Pada ayat 85, "Mereka akan menjawab 'Milik Allah'. Katakanlah, 'Maka apakah kamu tidak ingat?'." Ayat 84 dan 85 menceritakan saat Nabi Muhammad ditanya orang kafir siapakah pemilik bumi dan Nabi Muhammad menjawab milik Allah.

Selanjutnya pada ayat 86 dan 87 dijelaskan saat umat manusia ditanya siapakah pemilik langit dan 'Arsy? Mereka menjawab milik Allah. Namun, mereka masih tidak bertakwa kepada Allah meski mengetahui pemilik bumi dan isinya itu ialah Allah SWT.

Kemudian dilanjutkan dengan ayat 88, "Katakanlah, 'Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi (dari azab-Nya), jika kamu mengetahui?'." Lalu dilanjutkan pada ayat 89, "Mereka akan menjawab '(Milik) Allah'. Katakanlah, '(Kalau demikian), bagaimana kamu sampai tertipu?'."

Ayat 88 dan 89 menceritakan Allah bakal melindungi manusia beriman dari azab. Sebaliknya orang kafir, meski mengetahui itu, tetap saja tertipu oleh godaan setan.

Itu dilanjutkan pada ayat 90, "Padahal, Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, tapi mereka benar-benar pendusta."

Maksud ayat itu, Allah telah membawa kebenaran kepada manusia, tapi manusia mendustakan itu dan Allah tak melindungi orang-orang seperti itu dari azab.

Selanjutnya ayat 91, "Allah tidak mempunyai anak, tak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya, (sekiranya tuhan banyak), maka setiap tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu." Maksud ayat itu ialah Allah tidak punya anak dan tidak memiliki siapa pun. Allah berdiri sendiri dan tidak memiliki tandingan.

Terakhir, ayat 92 semakin mengukuhkan kekuasaan Allah, "(Dialah Tuhan) yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi (Allah) dari apa yang mereka persekutukan."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya