TAFSIR Al-Mishbah kali ini membahas Surah Al-Mukminun dari ayat 51 sampai 62. Ayat-ayat tersebut menjelaskan salah satu agama yang dibawa para nabi ialah Islam dan para nabi merupakan panutan bagi manusia serta penjelasan mengenai ujian bagi manusia.
Ayat 51, Allah SWT berfirman, Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dilanjutkan pada ayat 52, Dan, sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Ayat 53, dijelaskan, Kemudian mereka akan terpecah belah dalam urusan (agama)-nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).
Pada ayat 52 dan 53, Allah SWT menjelaskan bahwa sesungguhnya agama Islam merupakan satu-satanya agama tauhid. Allah menganjurkan manusia agar bertakwa kepada Allah. Nantinya, manusia akan terpecah belah dalam urusan agama serta setiap agama akan menganggap golongan mereka yang paling baik.
Pada ayat 54 disebutkan, Maka biarkanlah mereka dalam kesesatan sampai waktu yang ditentukan.
Maksudnya ialah Allah akan membiarkan mereka terpecah belah karena agama sampai waktu yang ditentukan.
Pada ayat 55, disebutkan, Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa). Dilanjutkan ayat 56, Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka, tetapi mereka tidak menyadarinya.
Ayat 55 dan 56 menjelaskan bahwa Allah memberikan anugerah berupa harta dan anak-anak kepada orang yang sesat bukan berarti Allah memberikan kebaikan, tetapi orang-orang tersebut tidak menyadarinya.
Pada ayat 57, dijelaskan, Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati. Kemudian, ayat 58, menyebutkan, Dan, mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya. Serta, ayat 59, yang menyebutkan, Dan, mereka tidak mempersekutukan Tuhannya.
Ayat 57 sampai 59 menjelaskan bahwa orang yang takut akan azab dari Allah SWT dan orang yang mengimani Allah SWT akan berhati-hati dalam melakukan apa pun dan tidak mempersekutukan Allah dengan apa pun.
Pada ayat 60, dijelaskan, Dan, mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali pada Tuhannya.
Dilanjutkan ayat 61, Mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.
Maksud dari ayat 60 dan 61 ialah orang-orang yang beriman tersebut akan memberikan sedekah dengan sepenuh hati dan penuh dengan rasa takut karena mereka mengetahui sesungguhnya mereka juga akan kembali pada Tuhan mereka suatu saat nanti. Oleh karena itu, mereka akan bersegera melakukan berbagai kebaikan.
Terakhir, ayat 62 menjelaskan, Dan, Kami tidak membebani seseorang kecuali menurut kesanggupannya. Dan, pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).
Maksud ayat tersebut ialah Allah SWT tidak akan membebani manusia yang mempertimbangkan kemampuan mereka. Selain itu, ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap amal kebaikan akan dicatat sehingga orang-orang yang beriman itu tidak akan dirugikan. (*/H-1)