Lulusan Universitas Lebih Berisiko Alami Tumor Otak

Basuki Eka Purnama
21/6/2016 08:29
Lulusan Universitas Lebih Berisiko Alami Tumor Otak
(AFP Photo/Philippe Merle)

MEREKA yang setidaknya menempuh pendidikan tinggi selama tiga tahun memiliki risiko mengalami tumor otak lebih tinggi ketimbang mereka yang hanya bersekolah kurang dari sembilan tahun. Hal itu diungkapkan peneliti pada Selasa (21/6).

"Ada peningkatan 19% bahwa mereka yang menempuh pendidikan universitas didiagnosa mengidap glioma," ujar Amal Khanolkar, ilmuwan dari Institute od Child Health di London dan peneliti utama dalam penelitian yang diterbitkan dalan Journal of Epidemiology and Community.

Untuk perempuan, risikonya meningkat hingga 23%.

"Hasil ini sangat mengejutkan dan sulit dijelaskan," ujar Khanolkar.

Di tingkat pendidikan rendah, peluang terjadinya glioma dilaporkan lima dari 3 ribu. Bagi mereka yang berpendidikan tinggi, peluangnya naik menjadi enam dari 3 ribu.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah peningkatan itu benar dan apa penyebabnya.

Penelitian terdahulu mencari kemungkinan hubungan antara pendidikan atau tingkat sosial dengan frekuensi tumor otak tidak menemukan apa pun.

Khanolkar dan tim dari jurusan kedokteran Karolinska Institute di Stockholm menggunakan pendekatan baru.

Ketimbang membandingkan sejumlah kecil penderita kanker dengan individu yang sehat, mereka memeriksa data kesehatan dari 4,3 juta orang dewasa yang tercatat dalam sistem kesehatan publik Swedia sejak 1993 hingga 2011.

TIm peneliti membagi tumor otak menjadi tiga kelompok, dua di antaranya nonkanker, dengan hasil yang berbeda.

Hubungan kuat antara tingkat pendidikan dan tumor otak terlihat pada ketiga tipe namun terkuat ada pada glioma yang mematikan.

Khanolkar mengatakan, penjelasan paling mungkin dari itu adalah mereka yang berpendidikan tinggi memiliki kesadaran yang tinggi akan gejala kanker otak. Itu membuat mereka lebih mungkin mencari bantuan dan mendapatkan diagnosa yang tepat.

Namun, imbuh Khanolkar, penelitian lebih lanjut masih diperlukan. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya