Nilai-Nilai Budi Luhur Ditularkan dalam Lomba Fotografi

18/6/2016 23:52
Nilai-Nilai Budi Luhur Ditularkan dalam Lomba Fotografi
()

UNIVERSITAS Budi Luhur (UBL) menekankan tiga unsur pada kompetisi fotografi Budi Luhur dalam Lensa Kamera yang pengumumannya dilakukan pada Sabtu (18/6), di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan.

"Ketiga unsur tersebut yakni budi luhur, human interest, dan photo story," kata Ketua Pusat Studi Budi Luhur Rusdiyanta di sela-sela pameran, talkshow, sekaligus pengumuman pemenang Budi Luhur dalam Lensa Kamera di Mal Gandaria City, Jakarta, Sabtu (18/6).

Dari ketiga unsur itu akhirnya terpilih sebagai pemenang pertama untuk kategori pelajar yakni berjudul Sabar Lan Narima karya M Kaffana Rizki, adapun untuk kategori mahasiswa berjudul Guru Budaya karya Firmansyah, dan untuk kategori umum berjudul Difabel bukan Orang Lemah karya Ardianto.

"Masing-masing kategori ada lima pemenang, mulai dari juara pertama hingga juara harapan kedua, dengan total hadiah lebih dari Rp40 juta," tutur Rusdiyanta.

Ia menyatakan program kali ini bertujuan menyosialisasikan nilai-nilai Budi Luhur ke masyarakat. Nilai-nilai Budi Luhur yakni mencerminkan kepedulian terhadap kehidupan manusia. "Untuk itu, melalui program ini, kami mengajak masyarakat memvisualisasikan nilai-nilai budi luhur dalam karya foto mereka."

Ia menambahkan upaya menyosialisasikan nilai-nilai budi luhur ke masyarakat sudah dilakukan sebelumnya melalui program Lomba Esai Kebudiluhuran dan Sarasehan Kebudiluhuran.

"Kedua program itu sudah rutin kami lakukan tiap tahunnya. Rencananya, kompetisi fotografi nasional ini juga rutin kami lakukan setiap tahunnya," lanjut Rusdiyanta.

Program Budi Luhur dalam Lensa Kamera dimulai dengan kegiatan workshop roadshow fotografi Budi Luhur dalam Lensa Kamera di sejumlah kota. Pada kesempatan itu, Rektor UBL Prof Ir Suryo Hapsoro Tri Utomo, PhD, yang menjadi salah satu narasumber memaparkan nilai-nilai budi luhur dapat dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan sembilan nilai-nilai budi luhur yang dapat divisualisasikan oleh peserta fotografi.

Rangkaian workshop fotografi tersebut masing-masing dihadiri oleh 400 peserta yang terdiri dari pegiat fotografi, komunitas fotografi, pelajar SMA, mahasiswa UBL, dan mahasiswa perguruan tinggi lainnya.

Ketua Panitia Budi Luhur dalam Lensa Kamera Elistania menjelaskan untuk kompetisi fotografi, sejak dibuka pendaftaran pada 1 Maret 2016 ada 1.124 orang mendaftarkan diri menjadi peserta lomba, yang dibagi atas tiga kategori, yakni pelajar, mahasiswa, dan umum.

Setelah melakukan tiga tahap seleksi, terpilih 75 karya yang dipamerkan di sejumlah mal Jakarta, yakni Gandaria City Mall, Pondok Indah Mall, Blok M Plaza, dan Kelapa Gading. Tak tanggung-tanggung, pada kompetisi kali ini, UBL menggandeng pakar fotografi sebagai juri seperti Arbain Rambey, Roy Genggam, Fendi Siregar, Priadi Soefjanto, dan Rey Bachtiar.

"Lomba photo story Budi Luhur dalam Lensa Kamera ini unik, karena selain mengompetisikan foto esai, penilaiannya juga melalui penjurian interaktif atau tanya jawab langsung dengan peserta terpilih. Saya harap lomba mendatang dengan tema Budi Luhur tetap dipertahankan," ungkap Arbain Rambey. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya