Keberuntungan Kaum Mukmin

05/7/2015 00:00
Keberuntungan Kaum Mukmin
(MI/Seno)
TAFSIR Al Mishbah episode kali ini membahas kandungan Surat Al Mukminun ayat 1 sampai 16 yang secara garis besar menjelaskan keberuntungan orang-orang mukmin, proses penciptaan manusia di dalam rahim, kepastian akan datangnya kematian pada manusia, serta kuasa Allah untuk membangkitkan manusia yang sudah meninggal di hari kiamat kelak.

Dimulai pada ayat 1-4, Allah SWT menyebutkan, "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya. Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna. Dan orang yang menunaikan salat."

Pada ayat 2 sampai ayat 4 itu disebutkan ciri-ciri orang beriman atau mukmin, yaitu khusyuk dalam menjalankan salat, menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan tercela, serta orang yang selalu menunaikan salat.

Dilanjutkan pada ayat 5-6, "Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Maka sesungguhnya mereka tidak tercela."
Ayat 5 dan 6 itu menambahkan ciri-ciri lain dari orang beriman, yaitu orang yang menjaga kemaluannya. Artinya, pantang berzina.

Selanjutnya, di ayat 7 Allah berfirman, "Tetapi siapa yang mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." Maknanya, orang-orang yang melakukan perbuatan tercela, seperti zina, merupakan orang-orang yang melampaui batas yang ditetapkan Allah.

Lalu pada ayat 8-9 Allah mengungkapkan, "Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya. Serta orang yang memelihara salatnya." Jadi, berdasarkan kedua ayat itu, orang-orang yang dapat menjaga salat dan menepati janji merupakan orang-orang yang beruntung.

Pada ayat 10-11 Allah menyebutkan, "Mereka itulah orang yang akan mewarisi. (Yakni) yang akan mewarisi (surga) firdaus. Mereka kekal di dalamnya."

Kedua ayat itu berkaitan dengan orang beruntung yang telah disebutkan sebelumnya. Bahwa orang-orang yang beruntung itu akan mendapatkan surga firdaus dan hidup kekal di dalamnya.

Di ayat 12-13 Allah berfirman, "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim)."

Dilanjutkan pada ayat 14, "Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat (di rahim), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu lalu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, pencipta yang paling baik."

Ayat 12 sampai ayat 14 menceritakan bagaimana proses penciptaan  manusia. Manusia berasal dari saripati tanah, lalu Allah menempatkannya di suatu tempat yang kukuh, yaitu di rahim. Di dalam rahim itu dijadikan segumpal darah dan dari segumpal darah itu dijadikan segumpal daging lalu dilengkapi juga dengan tulang belulang.

Selanjutnya pada ayat 15-16 Allah menyebutkan, "Kemudian setelah itu, sungguh kamu pasti mati. Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat."

Kedua ayat itu Allah menegaskan bahwa manusia pasti akan mengalami kematian. Setelah manusia mengalami kematian itu, Allah akan membangkitkan manusia di hari kiamat kelak. (*/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya