Jadikan Alquran sebagai Sumber Inspirasi

Syarief Oebaidillah
05/7/2015 00:00
Jadikan Alquran sebagai Sumber Inspirasi
(MI/Ramdani)
ALQURAN tidak hanya berisi hal-hal yang bersifat keagamaan. Ilmu pengetahuan dan teknologi juga tercakup di dalamnya. Seyogianya hal itu menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

"Alquran tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama yang meliputi akidah, syariat, dan akhlak yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan lingkungannya, tetapi juga isyarat-isyarat tentang iptek," ujar Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dalam peringatan Nuzulul Quran di Jakarta, Jumat (3/7).

Alquran, lanjutnya, juga mencakup isyarat yang berkaitan dengan ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda di alam semesta) yang dapat dijadikan motivasi dan inspirasi dalam pengembangan berbagai bidang ilmu, baik sosial, teknik, maupun genetika.

Menag menyebutkan Alquran merupakan kitab suci yang ditujukan tidak hanya untuk bangsa yang hidup pada awal abad ketujuh, yaitu saat pertama kali Alquran diturunkan, tetapi juga untuk masyarakat modern, bahkan untuk masyarakat dunia yang akan datang.

"Hal itu karena Alquran tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama," imbuhnya.

Menurut dia, Alquran membawa misi perubahan yang memungkinkan masyarakat mewujudkan peradaban baru berkat kemampuan mengembangkan iptek dan pengamalan hukum-hukum Ilahi, baik yang termaktub dalam kitab suci maupun yang terbentang di alam raya.

Ia menyebutkan banyak sekali iptek yang telah ditemukan dan memberi manfaat besar bagi dunia berkat adanya informasi dari Alquran. "Namun demikian, masih terdapat lebih banyak lagi informasi kemukjizatan yang masih menjadi misteri yang menunggu kesanggupan manusia untuk membuktikan kebenarannya."

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum memperbaiki interaksi dengan Alquran dan meningkatkan kualitas interaksi dengan kitab suci tersebut, bukan sekadar membacanya pada tingkatan ibadah.

"Tetapi juga pada perenungan atau penggalian hikmah dan isyarat-isyarat dalam Alquran. Dengan cara itu, kita dapat menerjemahkan nilai-nilai universalitas Alquran yang diyakini sebagai pandangan hidup dan petunjuk bagi kehidupan manusia sehingga dapat menjadi petunjuk bagi arah perjalanan bangsa ini," ajak Menag.

Evaluasi diri
Secara terpisah, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra, mengajak umat Islam untuk menjadikan Nuzulul Quran sebagai momentum mengevaluasi ibadah Ramadan.

"Nuzulul Quran yang diperingati tiap 17 Ramadan menandakan kita sudah melewati separuh Ramadan. Umat Islam mesti mengakselerasi ibadah dalam rangka mencapai derajat muttaqin, yaitu orang yang bertaqwa sebagaimana termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 183," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/7).

Untuk mencapai ketakwaan yang menjadi tujuan ibadah puasa, lanjutnya, kaum muslim perlu mengevaluasi puasa yang telah dijalankan. Sudah sesuai dengan ketentuan fiqih atau belum. "Jika belum, segeralah memperbaikinya."

Selain itu, umat Islam harus mengiringi ibadah ritual Ramadan dengan melaksanakan ibadah sosial, seperti berzakat, menyalurkan infak, bersedekah, dan menolong sesama. (Ant/H-3)

oebay@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya