Pembangunan Jangan Lupakan Kelestarian Alam

Erandhi Hutomo Saputra
19/6/2016 19:58
Pembangunan Jangan Lupakan Kelestarian Alam
(ANTARA/Rosa Panggabean)

FESTIVAL Danau Sentani (FDS) ke-IX 2016 ini benar-benar menunjukkan keberagaman antarsuku, budaya, dan agama. Para tokoh agama, tokoh budaya, pejabat daerah dan tokoh masyaralat berbaur menjadi satu dalam momen simbolik melepas 100 lampion sebagai bentuk harapan dalam menjaga kelestarian Danau Sentani. Lampion-lampion berwarna merah itu bertuliskan 'Save Sentani Lake'

Bupati Jayapura Mathius Awaotiauw mengatakan jika pelepasan lampion tersebut merupakan bentuk syukur kepada Tuhan karena menciptakan Danau Sentani yang sangat strategis dimana diapit Samudra Pasifik dan Gunung Cyclope, dan juga dekat dengan Bandara Sentani. "Keindahan alam yang perlu dilestarikan," tukasnya.

Meski pembangunan semakin pesat, lanjut dia, kelestarian alam harus tetap dijaga agar keindahan Danau Sentani bisa dinikmati generasi muda. "Dengan pembangunan pesat tetap harus ada pelestarian alam untuk diwariskan kepada generasi muda," ungkapnya.

Mathius juga menyuarakan keberagaman. Ia menyebut bersatunya seluruh masyarakat dalam keberagaman tidak lepas dari jasa besar Soekarno yang menjadikan Pancasila sebagai dasar bernegara. Saat ini, menjadi kewajiban penerus bangsa untuk meneruskan peninggalan yang sangat berharga tersebut dan membumikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Indonesia ini sangat majemuk, kita bersyukur dengan para pendiri bangsa bahwa Pancasila bisa mempersatukan kita. Pancasila harus menjadi ruh untuk bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan seluruh daerah menyampaikan pesan perdamaian dan kesatuan," ujar Mathius.

Keberagaman, lanjutnya, merupakan sebuah keindahan yang harus dijaga terus menerus. Sehingga kekuatan dalam keberagaman tersebut bisa ditujukan untuk pembangunan Papua ke depan.

FDS pun, juga menjadi momentum promosi tentang kebudayaan dan keindahan masyarakat lokal, khususnya kuliner lokal, dan ukiran-ukiran yang diharapkan bisa bersaing dengan luar negeri.

"Bisa menjadi inspirasi kita untuk terus meningkatkan apa yang ada di daerah ini shingga bisa dipersembahkan untuk kesejahteraan masyarakat dan Indonesia," tukasnya.

Bupati Merauke Frederikus Gebze yang juga ikut melepaskan lampion mengapresiasi adanya FDS yang bisa mengembalikan jati diri orang Papua. Ia pun siap memboyong berbagai festival yang ada di Merauke seperti festival Asmat.

Tidak hanya itu, dengan pesan yang disampaikan dalam lampion, Gebze menyatakan pentingnya kesadaran generasi muda untuk mencintai alam
"Penyelamatan Sentai dan ekosistemnya memerlukan semangat, kesadaran masyarakat," ungkapnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya